Waduk Jangari Menyusut 15 Meter

WISATA: Jangari salah satu tempat wisata yanga ada di Cianjur.

RADARCIANJUR.com – Kemarau panjang yang terjadi tahun 2019 ini membuat debit air di waduk Jangari, Kecanatan Mande, menyusut drastis.

Berdasarkan pantauan Radar Cianjur di lokasi, Minggu (29/9), bagian tepi Waduk Jangari yang semula tergenang air bahkan sudah mengering dan retak-retak akibat terpapar sinar matahari. Diperkirakan, penyusutan air di waduk Jangari mencapai 15 meter.

Ketua Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Sapta Pesona Jangari, H Hamdan mengatakan, penyusutan air pada kemarau tahun ini cukup drastis penurunannya dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Penyusutan air memang sering terjadi jika musim kemarau, namun tidak separah tahun ini,” ungkap Hamdan, kemarin.

Menurutnya, penyusutan air di waduk Jangari ini baru akan berakhir setelah datangnya musim hujan dimana limpahan air datang dari berbagai penjuru..

“Biasanya air akan kembali normal setelah musim hujan,” ujarnya.

Ia mengatakan, meski saat ini air di waduk Jangari menyusut drastis, namun tidak bergitu berpengaruh pada tingkat kunjungan wisatawan.

“Kalau wisatawan yang datang tetap seperti biasanya, wisatawan manca negara atau wisatawan lokal tetap rame, apalagi di hari libur,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Ayu (43), salah satu pemilik warung di sekitar waduk Jangari. Menurutnya, kendati air menyusut drastis, pendapatannya tidak ikut menyusut pula.

Menurutnya, tidak ada perbedaan signifikan jumlah wisatawan saat air waduk Jangari menyusut atau tidak.

“Tidak beda banyak. Wisatawan masih ada, kebanyakan dari daerah sekitar seperti Bogor, Bandung dan Cianjur. Tapi wisatawan dari daerah lain juga ada,” tuturnya.

Hanya saja, perubahan yang cukup dirasakan adalah makin teriknya kawasan tersebut yang disebabkan musim kemarau. “Tambah panas saja sih, kang. Kalau yang lainnya ya seperti biasa,” ucapnya.

Sebalik, penyusutan air di waduk Jangari ini justru membuat para pemancing bersuka-ria. Sebab, dengan air yang menyusut, ikan hasil memancing jauh lebih banyak ketimbang saat air melimpah.

Seperti yang diungkap salah satu pemancing yang ditemui Radar Cianjur di waduk Jangari, Dadang (45). Karena itu, para pemancing seperti dirinya pun menyambut kondisi susutnya air tersebut.

“Sejak air menyusut, jika mancing di Jangari selalu dapat banyak,” kata warga Desa Cikancana, Kecamatan Gekbrong itu.

Tepisah, Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyatno mengaku pihaknya belum mendapat laporan terjadinya penyusutan debit air di waduk Jangari.

“Saya belum dapat laporan,” jawabnya.

Saat ini, lanjut Sugeng, pihaknya tengah fokus untuk menangani kebakaran lahan di berbagai lokasi di Cianjur yang kini semakin marak di musim kemarau ini.

“Saat ini BPBD Kabupaten Cianjur sedang konsentrasi menangani karhutla (kebakaran hutan dan lahan),” pungkasnya.

(dil)