Nyaris Ambruk, Istri Almarhum Ipda Erwin Maafkan Para Tersangka

MUSYAWARAH: Keluarga Almarhum Ipda Erwin bersama dengan keluarga mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa (unras) meminta maaf dan melakukan mediasi di aula Polres Cianjur kemarin (30/9). FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Meninggalnya Ipda Erwin saat melakukan pengamanan aksi unjuk rasa (unras) di gerbang Pendopo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur beberapa waktu lalu memang meninggalkan luka mendalam.

Peristiwa tersebut menjadi cerita kelam. Bukan hanya bagi kepolisian dan keluarga almarhum. Tapi juga bagi keluarga para tersangka yang saat ini sedang menjalani proses hukum.

Peristiwa itu sendiri sejatinya sama sekali tak diinginkan semua pihak. Kini, semua pihak sepakat mengubur dalam-dalam peristiwa memilukan itu dan bersama-sama memulai lemabaran baru.

Difasilitasi Polres Cianjur, keluarga para tersangka kasus terbakarnya Ipda Erwin dipertemukan dengan keluarga korban di Mapolres Cianjur, Senin (30/9).

Dalam pertemuan tersebut, masing-masing pihak sepakat tidak memperpanjang permasalahan dan menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut berdasarkan proses hukum yang berlaku.

Euis (50), orangtua salah satu tersangka menyatakan, dirinya bersama masing-masing perwakilan keluarga tersangka lainnya ingin menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa tersebut.

Sejatinya, permintaan maaf itu sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari sebelumnya. Hanya saja, lantaran berbaagai pertimbangan dan saran dari kepolisian, hal itu baru bisa dilakukan kemarin.

Selain kepada keluarga Ipda Erwin, permintaan maaf juga ditujukan kepada keluarga besar Polri.

“Kami dengan keluarga tersangka lainnya, memohon maaf kepada keluarga almarhum Ipda Erwin atas kejadian ini, karena ini semua di luar kehendak kita sebagai manusia,” ujarnya.

Euis menambahkan, seluruh keluarga para tersangka sama sekali tak mempermasalahkan proses hukum yang harus dijalani anak-anaknya.

“Kami percaya dan serahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib, proses hukum memang harus tetap berjalan,” tambahnya.

Di sisi lain, istri Ipda Erwin, Sukarni, yang datang bersama putrinya menerima permintaan maaf yang disampaikan keluarga para tersangka.

“Saya istri dari almarhum Ipda Erwin yang menjadi korban saat melaksanakan tugas pengamanan unjuk rasa, memberikan maaf kepada para tersangka dan juga keluarga,” ucapnya dengan nada terbata-bata.

Ada momen menarik dalam kesempatan itu. Di mana Sukarni yang berdiri, nyaris ambruk karena berusaha menahan kesedihan. Euis yang berada tak jauh dari Sukarni langsung beranjak dari kursinya dan langsung menahan tubuh Sukarni.

Lebih lanjut, Sukarni berharap, kejadian tersebut agar menjadi sebuah pembelajaran berharga bagi semua pihak.

“Jangan ada lagi kejadian ini di masa mendatang. Ini harus jadi yang terakhir,” tutupnya.

Sementara itu, Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto mengatakan, kedatangan kedua belah pihak ini menjadi suatu hikmah di balik kejadian. Semua yang terjadi adalah di luar kehendak manusia.

“Saya meminta kepada keluarga tersangkam agar menyampaikan kepada semua, terutama tetangga mengenai hal ini. Agar jangan ada hal serupa terjadi, karena merugikan semua pihak,” ungkapnya.

Lanjutnya, sebagai umat muslim, dirinya yakin bahwa jika saling memaafkan akan mendapatkan surga-Nya kelak di akhirat.

(kim)