Tabung Kaporit Perumdam Cianjur Bocor, 14 Warga Keracunan

Tabung Kaporit Perumdam Cianjur Bocor

RADARCIANJUR.com – 14 warga Kampung Ciajag Desa Sirnagalih Kecamatan Cilaku keracunan gas kaporit dari tabung bak penampungan air Perumdan Tirta Mukti yang bocor pada Senin (30/9) malam dan dibawa ke RSUD Cianjur serta klinik terdekat.

Selain 14 warga, beberala warga lainnya yang terdampak kebocoran tabung kaporit, sehingga harus mengungsi ke luar kampung di karenakan bau kaporit tersebut menyebar dan tercium hingga radius lebih dari 500 meter.

Salah satu warga setempat Suhendi (24) menyebutkan, bau kaporit sudah tercium sejak pukul 20.00 WIB namun tidak terlalu menyengat. Tapi pada pukul 21.00 WIB terdengar suara ledakan disertai bau kaporit yang menyengat seperti pemutih pakaian.

“Rumah saya hanya 20 meter dari lokasi bak penampungan. Jadi baunya tercium sangat menyengat, adik saya pun yang masih kecil sampai sesak dan pusing setelah mencium bau kaporit itu,” ujarnya.

Ia bersama warga lainnya langsung mengungsi ke halaman salah satu sekolah dan pelataran parkir toko ritel yang berjarak sekitar 600 meter dari lokasi penampungan.

“Banyakan yang ngungsi ke sini, ratusan orang. Bahkan sempat tercium juga sampai sini,” paparnya.

Sama halnya dengan Suhendi, Cecep Mulyadi (27) mengatakan, dampak dari gas kaporit tersebut membuat sekitar sembilan orang warga dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang dan lima orang dibawa ke klinik disebabkan mual, pusing, bahkan pingsan.

“Tadi ada banyak yang dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulan desa dan mobil pribadi. Soalnya sempat ada yang pingsan juga. Karena memang baunya menyengat. Saya juga sedikit mual dan pusing,” ungkapnya.

Lanjutnya, warga rencananya akan tetap mengungsi hingga bau dari gas kaporit tersebut benar-benar hilang.

Di sisi lain, warga menuntut pihak Perumdam Tirta Mukti agar bertanggungjawab. Pasalnya terjadi kelalaian hingga membuat tabung penyimpanan kaporit bocor dan diduga sempat meledak.

“Apalagi korban yang terkena dampak mencapai ratusan, hingga ada yang dibawa ke rumah sakit juga. Tentu harus bertanggungjawab,” jelasnya.

Dari hasil pantauan di lokasi, petugas Perumdam saat ini tengah melakukan upaya untuk menekan dampak dari tabung yang bocor. Bau gas sendiri, sudah mulai berkurang hingga radius sekitar 100 meter dari lokasi.

“Sekarang petugas sedang berusaha mengambil tabung yang bocor. Jika sudah diambil dan dimasukan dalam air dampaknya akan segera hilang,” ungkap Kepala Bagian Produksi Perumdam Tirta Mukti Cianjur, Dikdik Sadikin.

(kim)