Polisi Dalami Tabung Gas Kaporit Bocor di Ciajag

Tabung Kaporit Perumdam Cianjur Bocor

RADARCIANJUR.com – Polres Cianjur tidak tinggal diam terkait peristiwa bocornya tabung gas klorin di penampungan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mukti Cianjur di Kampung Ciajag 3 RT 01 RW 05, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Senin (30/9) malam lalu.

Saat ini, polisi masih mendalami dan menyelidiki peritiwa yang mengakibatkan belasan warga harus dilarikan ke RSUD Cianjur dan klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Jika nantinnya ditemukan ada unsur pidana dan material yang bisa disidangkan, maka Polres Cianjur akan menindaklanjutinya.

“Yang jelas, kalau memang ada unsur pidananya serta material yang siap disidangkan, akan kita sidangkan dan kita masih selidiki. Namun saat ini belum ada (indikasi pidana),” ujar Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto, Rabu (2/10).

Sampai sejauh ini, sambung mantan Kasatlantas Polres Metro Tangerang Kota itu, penyelidikan masih terus dilakukan.

“(Soal unsur kelalaian) Belum bisa dipastikan, karena ini kan masih terus kami selidiki,” jelasnya.

Dari pantauan terakhir, korban keracunan bocornya tabung gas klorin itu sudah pulih dan belum ditemukan adanya keluhan keluhan baru yang diderita warga sekitar.

“Belum ada (keluhan, red), nanti kita tanya lagi. Kalau mungkin ada, itu bisa dikarenakan udara sekitar,” paparnya.

Sebelumnya, Dirut PDAM Tirta Mukti Cianjur, Budi Karyawan mengatakan, pihaknya memohon maaf kepada warga yang terkena dampak akibat gas klorin. Tabung gas sendiri bukan milik PDAM Tirta Mukti, melainkan milik pihak ketiga.

Dari semua korban yang dibawa ke RSUD Sayang, tidak ada yang dirawat inap, hanya menjalani penanganan ringan saja.

“Sebelumnya kita menggunakan kaporit, tapi sudah sejak puluhan tahun dan tidak ada masalah. Tapi hari ini (kemarin,red) kita kejadian bocor dari tabung gas, tabung gas tersebut bukan milik PDAM tapi pihak ketiga dan sudah dihubungi,” terangnya, Selasa (1/10) dini hari di RSUD Cianjur.

Tabung gas yang bocor langsung diamankan pihak PDAM dengan dimasukan ke dalam air agar tidak menguap. Warga yang terdampak pun diberikan imbauan agar banyak minum air serta mengganti pakaian.

Dengan terjadinya hal tersebut, pihaknya akan mulai melakukan pengecekan ke setiap tabung gas yang ada di penampungan air, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Selain itu, biaya perawatan serta pengobatan warga yang terdampak ditanggung pihak PDAM Tirta Mukti Cianjur. “Semua biaya pengobatan ditanggung oleh kita (PDAM, red),” ungkapnya.(kim)