Pelajar Bawa Obat Terlarang, Pihak Sekolah Ngaku Kecolongan

TERCIDUK: Seorang pelajar membawa obat terlarang berjenis eximer di Jalan Raya Ciranjang. FOTO: Satlantas Polsek Ciranjang For Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Peredaran obat-obatan terlarang di kalangan pelajar menjadi perhatian khusus, terlebih terlihat terang-terangan membawa tanpa rasa takut. Seperti yang terjadi sebelumnya di Jalan Raya Ciranjang, dimana salah seorang siswa SMK swasta kedapatan membawa ratusan obat terlarang.

Informasi yang terhimpun, saat ini pelajar tersebut sudah keluar dari sekolah. Pihak sekolah pun merasa kecolongan dengan terjadinya hal tersebut.

Pasalnya, pihak sekolah mengaku sudah memperketat peraturan yang ditetapkan, seperti siswa dilarang membawa kendaraan tanpa helm, tanpa plat nomor dan knalpot bising.

Selain itu, sebelum memasuki sekolah, siswa akan diperiksa terlebih dahulu sebelum memasuki wilayah sekolah.

“Kita sangat kecolongan atas kejadian tersebut, padahal setiap siswa yang mau masuk sekolah kita periksa terlebih dahulu dan kendaraan yang tidak lengkap maupun tidak pake helm dilarang masuk,” ujar pihak sekolah melalui humas, Agi Hermawan.

Lanjutnya, beberapa murid memang masih sering melanggar seperti menyimpan motor di luar sekolah atau di tempat penitipan motor. Itu yang di luar pantauan pihak sekolah. Tak henti-hentinya imbauan serta arahan diberikan kepada para murid.

“Mereka (murid, red) selalu menyimpan motor di penitipan di sekitar sekolah, jadi kejadian kemarin di luar pantauan kita itu yang menjadi kecolongan,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Cianjur Fraksi Partai Gerindra, Sahli Saidi mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan salah seorang pelajar sampai membawa obat-obatan terlarang. Dirinya pun berharap agar dinas terkait dan juga sekolah memperhatikan segala aktivitas muridnya.

“Itu sangat mencoreng dunia pendidikan, harus menjadi perhatian khusus apalagi pelajar kan penerus bangsa,” paparnya.

Dirinya pun akan mendorong dinas pendidikan agar bisa menindaklanjuti hal tersebut bersama dengan elemen-elemen yang memberantas peredaran obat-obatan terlarang.

“Nanti akan saya bahas dengan dinas terkait agar bisa lebih diperhatikan dan juga harus dibantu dengan elemen-elemen lainnya,” tutupnya.

(kim)