Pembakar Lahan di Gunung Manangel Bisa Dipidana

DITINJAU: Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto melakukan tindaklanjut laporan mengenai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Manangel.

RADARCIANJUR.com – Kebakaran lahan di Gunung Manangel, di Kampung Nagrang, Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukaresmi yang terjadi beberapa waktu yang lalu, tengah diselidiki Kepolisian Resor Cianjur.

Pihak kepolisian pun bertindak cepat melakukan peninjauan di sekitar lokasi kebakaran. Sekaligus melakukan upaya pemadaman bersama sejumlah pihak terkait dibantuk warga. Hal tersebut dilakukan agar kebakaran tidak meluas.

Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto menegaskan, karhutla tidak bisa dipandang sepele, terlebih di musim kemarau seperti saat ini. Karena itu, pihaknya memastikan menyelidiki karhutla yang terjadi.

Bukan tidak mungkin, nantinya bakal ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka jika memang terbukti sengaja melakukan pembakaran lahan seluas tiga hektar itu.

“Kemarin sudah kita pantau lokasi karhutlanya dan memang tidak ada korban jiwa, bahkan posisinya dari pemukiman tidak dekat,” ujarnya.

Kendati sudah melakukan penyelidikan, Juang belum bisa memastikan apakah kebakaran tersebut disengaja atau dipicu oleh sebab lainnya. Akan tetapi, proses penyelidikan hingga kini masih terus berjalan.

“Sedang kita telusuri dulu dan akan kita selidiki apakah lahan tersebut dibakar secara sengaja atau tidak. Nanti kita kabari hasil penyelidikannya,” tutupnya.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mencatat, total karhutla yang terjadi di Kabupaten Cianjur sampai dengan September 2019 mencapai sembilan hektare lebih.

Karena itu, pihaknya saat ini tengah fokus untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai daerah. Salah satu upayanya adalah dengan menyiagakan tim di lapangan 24 jam penuh.

Tim tersebut, dijadwalkan bersiaga di Pos Kantor BPBD Kabupaten Cianjur secara bergiliran.

“Petugas kami selalu siap siaga selama 24 jam. Jadi biar ketika ada laporan langsung bisa berkoordinasi untuk penanganan karhutla,” terang Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyatno, Minggu (29/9).

Sugeng mengatakan, jika terjadi kebakaran hutan dan lahan, personil selalu siap diterjunkan dengan perlengkapan yang dibutuhkan.

“Di lapangan, selain bertugas memadamkan api, personil juga selalu siap untuk melakukan blokade titik api agar tidak menyebar,” katanya.

Menurut Sugeng, selama musim kemarau tahun 2019 ini, beberapa hutan dan lahan di Kabupaten Cianjur yang pernah terjadi kebakaran di antaranya di wilayah Kecamatan Cijati, Leles, Bojongpicung dan Cugenang.

“Secara keseluruhan, lebih dari sembilan hektare (hutan dan lahan) yang terbakar,” bebernya.

Kerhutla, lanjutnya, memang kerap terjadi di setiap musim kemarau. Sebab, kondisi cuaca yang panas akibat paparan terik matahari, ditambah keringnya kondisi di atas tanah serta tanaman seperti rumput atau ranting-ranting, membuat mudah memicu kebakaran.

Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran di area-area yang kering, atau membuka lahan degan cara membakar.

“Musim kemarau hutan kering, jadi masyarakat jangan sekali-kali membersihkan lahan dengan cara dibakar,” tegasnya.

Sayangnya, dari deretan peristiwa kebakaran hutan dan laham yang terjadi tahun 2019 ini, pihaknya belum bisa memastikan penyebab pastinya.

“Penyebabnya masih dalam penyelidikan,” pungkasnya.(kim/dil)