Penyaluran Kartu Tani Kurang Optimal

SALURKAN: Kabid Dinas pertanian tengah memberikan secara simbolis kartu tani kepada kelompok tani. FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas pertanian terus berupaya menggenjot penyaluran kartu tani ke berbagai daerah khususnya di wilayah utara Cianjur.

Hanya saja program yang digulirkan oleh pemerintah pusat dalam hal ini kementerian pertanian itu, belum terlalu optimal. Pasalnya ada beberapa kelompok tani yang belum mendapatkan kartu tani, meski telah disosialisasikan sejak setahun lalu.

Kepala Bidang Produksi Tanaman Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, Ali menjelaskan, dalam fungsi kartu tani ini adalah untuk memudahkan para petani mengakses pemanfaatan pembelian pupuk secara bersubsidi. Adapun mekanismenya dalam pemanfaatan tersebut dilakukan dari kementerian pertanian langsung. Mulai dari jumlah diskonnya maupun total subsidi yang didapat.

“Jadi untuk kartu tani di Cianjur ada sebagian yang telah mendapatkan, ada juga yang masih belum. Karena kami masih menunggu kelompok tani yang belum memenuhi persyaratannya. Karena kami pun tidak berjalan sendiri, tapi kerjasama juga dengan instansi terkait,” ujar Ali usai mengikuti CNL, Kamis (3/10).

Ali mengatakan, untuk wilayah Pacet sendiri baru mencapai hingga 3500 kartu yang telah tersebar. Selebihnya untuk wilayah Cianjur belum bisa memastikan data jelasnya. Karena itu mesti dilihat data secara jelas.

Selain itu, dalam nilai subsidinya pun belum bisa memastikan seberapa persen bantuan yang didapat para petani. Sebab, itu sesuai dengan pengajuan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dari para kelompok tani sendiri. Dengan begitu, diharapkan dari semua masukan yang disosialisasikan oleh para penyuluh pertanian di daerah masing-masing bisa diterapkan.

“Jadi tidak semua para kelompok ajukan itu akan dikabulkan. Makanya karena dananya dari pemerintah, ketika penyaluran, bisa berkoordinasi dengan pihak lain sehingga terorganisir semuanya,” jelas Ali.

Sosialisasi yang dilakukan oleh pihak dinas sendiri, lanjut Ali, itu karena teknologi, jadi perlu tahapan yang jelas. Bahkan kedepannya akan lebih intensif dalam mensosialisasikan. Maka dari itu, para kelompok tani bisa datang ke UPTD atau balai penyuluhan pertanian. Karena disini mohon dimaklum, sebab rekan-rekan penyuluh itu juga terbatas.

“Jadi tidak semua terjangkau oleh penyuluh. Sehingga diharapkan lebih proaktif bertanya, datang ke balai penyuluhan,” tambahnya.

Diakui Ali, program tersebut sudah launching sekitar satu tahun lalu. Hanya memang ada beberapa tahapan yang mesti dilengkapi oleh para petani. Kendati demikian, maka diharapkan semua unsur juga bisa sama-sama bersinergi. Baik kelompok, pihak bank dalam mencairkan subsidi pupuk dan pembelian bibit tanaman.

“Kalau untuk penggunaannya karena ini dana alokasi dari pusat, jadi pihak kami itu hanya memfasilitasi saja. Kami juga hanya bisa mendorong tidak bisa menentukan supaya cepat kartu tani ini terealisasi lebih cepat,” ujarnya.

Dalam penentuan harga eceran di pasaran, kaitan harga pupuk maupun bibit, itu telah ditentukan di kementerian pertanian. Jadi secara detail nya itu telah ada dalam ketentuan kementerian pusat.

“Kurang lebih sudah tersalurkan sekitar 60 hingga 70 persen pupuk maupun bibit yang ada di Cianjur,” pungkasnya.

(dan)