Lapas Klas 2B Cianjur Tingkatkan Pembaharuan Pesantren

SOSIALISASI: Lapas Klas 2B Cianjur mencoba tata kelola pesantren keterbaruan dengan materi pembelajaran yang lebih maju. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Lapas Klas 2B Cianjur memiliki pesantren sejak tujuh tahun lalu dengan basis salafiah atau tradisional. Dalam era modernisasi ini, Lapas Klas 2B Cianjur akan melakukan peningkatan dalam tata kelola pesantren terpadu dengan peningkatan kualitas seperti materi yang akan diberikan di pesantren dari mulai bahaya narkoba dan wawasan kebangsaan yang diberikan kepada seluruh warga binaan (wabin).

Peningkatan tata kelola tersebut, Lapas Klas 2B Cianjur tidak melakukan sendiri. Namun beberapa unsur turut memberikan pembelajaran seperti Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur, Kesbangpol dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur. Peningkatan yang dilakukan akan dibuat silabus serta kurikulum agar lebih efektif dalam pembelajaran kepada wabin, yang di dalamnya akan dijelaskan mengenai pembelajaran yang diberikan.

“Materi yang diberikan beragam dari mulai bahaya narkoba, wawasan kebangsaan dan kesehatan lingkungan. Selain itu, kita buat juga silabus serta kurikulum untuk pembelajaran lebih efektif dalam pembelajaran di pesantren tersebut yang tentunya setelah melakukan koordinasi dengan pihak MUI, BNNK Cianjur dan Kesbangpol,” ujar Kalapas Klas 2B Cianjur, Gumilar Budi Rahayu.

Selain itu, setelah selesainya pendidikan para santri-santri akan mendapatkan penilaian selama mengikuti pendidikan. Setiap enam bulan sekali, akan dilakukan tes dan dari tes tersebut akan melanjutkan ke tingkat kelas berikutnya.

Penilaian yang diberikan bukan hanya dalam tes saja, namun meliputi tingkah laku, sikap, prilaku, kedisiplinan dan kebersihan hal tersebut merupakan nilai mendasar yang menjadi nilai tambahan.

“Kita mengambil contoh refrensi dari madrasah-madrasah atau pesantren yang ada di luar kita coba implementasikan disini agar wabin disini waktunya diisi dengan hal positif,” tuturnya.

Waktu pembelajaran sendiri dilakukan dari hari Senin-Kamis pukul 8.00-10.00 WIB, Jumat persiapan materi kesehatan lingkungan dan untuk Sabtu khusus yaitu untuk kelas eksekutif dengan tujuan mencetak santri-santri yang handal seperti yang diinginkan jendral pemasyarakatan yakni masuk santri, keluar dai.

Sementara itu, Kasubsi Registrasi dan Bimkemas Lapas Klas 2B Cianjur, Fani Andika menambahkan, pesantren itu memang sudah berjalan selama tujuh tahun yang dibagi menjadi kelas A dan kelas B berdasarkan kemampuan wabin membaca al quran. Kelas A sendiri bagi wabin yang baru belajar al quran, sementara untuk kelas B bagi wabin yang sudah mahir. Dalam kelas A dan B tidak ada target yang dicapai serta tidak ada batas waktu sampai kapan wabin harus menyelesaikan program tersebut.

“Lapas ini kan akhir dari sistem program pidana, disitu kita jadikan terpadu itu kan dari pusat yakni proses wabin jadi tahanan, wabin dan kembali kepada masyarakat. Maka dari itu kita membuat pola yang baru yakni tata kelola dari dua kelas menjadi lima kelas,” paparnya.

Bukan hanya pembelajaran agama, namun bagi tahanan yang mengisi kelas A akan mendapatkan pembejaran mengenai ilmu hukum dan juga melakukan masa pengenalan lingkungan (mapenaling). Pasalnya, tahanan memiliki status praduga tak bersalah yang sewaktu-waktu bisa dibebaskan.

“Karena memang tujuan akhirnya adalah perubahan prilaku dari tes itu dibagi apakah nanti di kelas satu, dua, tiga atau B. Selain kemampuan memahami tentang agama, itu pun didasarkan pada masa pidana yang dijalani,” ungkapnya.

Untuk kelas satu, dimasukan untuk wabin yang masa tahanannya kurang dari satu tahun. Kelas dua untuk wabin masa pidana maksimal lima tahun dan untuk kelas tiga itu wabin di atas lima tahun.

Nantinya akan dilanjutkan ke pembinaan selanjutnya sehingga akan mendapatkan pembinaan lanjutan seperti kemandirian yang nantinya diarahkan menjadi napi pendamping (namping) yang membantu petugas dalam kegiatan-kegiatan aktifitas wabin seperti olahraga, rapi-rapi masjid dan kebersihan.

“Kita harapkan dari semua hasil program ini saat keluar nanti, wabin bisa menjadi dai atau bisa membantu asatid yang berhalangan hadir untuk mengajar wabin nantinya,” tutupnya. (kim)