Lulusan Akbid Cianjur Siap Bersaing di Kancah Nasional

RADARCIANJUR.com – Para lulusan Akademi Kebidanan (Akbid) Cianjur siap bersaing di dunia kebidanan hingga tingkat nasional. Hal tersebut dibuktikan dengan dilantik dan disumpah jabatan sebanyak 87 mahasiswa, Selasa (8/10) di salah satu hotel Cipanas.

Direktur Akademi Kebidanan Cianjur Safa Abdillah menuturkan, pada prinsipnya tidak ada yang berbeda dengan setiap kegiatan wisuda. Sebab, hal tersebut telah sesuai dalam undang-undang kebidanan yang disahkan pada awal tahun 2019. Bahwa setiap lulusan kebidanan itu harus melakukan sumpah profesi agar nanti bisa mengajukan persyaratan untuk mendapatkan surat registrasi, setelah itu akan mendapatkan STR, yang kemudian bisa melakukan profesinya sebagai kebidanan.

“Sebetulnya selain melakukan wisuda juga kami memberikan informasi bahwa Akbid Cianjur itu termasuk kedalam 100 perguruan tinggi dalam kinerja kemahasiswaan terbaik se-Indonesia. Alhamdulillah kami posisinya termasuk ke dalam 30 besar. Antara perguruan tinggi negeri dan swasta,” tuturnya usai melaksanakan wisuda.

Sofa mengatakan, hal tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas pencapaian yang sangat luar biasa sesuai dengan rencana strategis milestone yang sudah ditentukan bahwa pada tahun 2020 itu Akbid Cianjur harus sudah mampu bersaing di dunia nasional. Inilah salah salah pembuktiannya.

“Memang tidak mudah untuk mencapai prestasi tersebut karena memang di situ ada prestasi mahasiswa, output-output kegiatan mahasiswa yang tentunya harus kami laporkan setiap tahunnya. Mudah-mudahan pencapaian ini menjadi penyemangat serta motivasi bagi kami untuk kinerja lebih baik,” ujarnya.

Untuk mencapai prestasi tersebut, diakui Sofa, memang tidak mudah. Prestasi ini merupakan kerjasama dari berbagai pihak. Terutama mahasiswa. Karena dilihat dari prestasi mahasiswa itu sendiri.

“Kebetulan pada tahun 2018 itu kami mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti jambore ikatan mahasiswa kesehatan di provinsi Jawa Barat, dan Alhamdulillah bisa menyabet juara umum dari seluruh perlombaan yang diadakan. Seperti juara debat, pidato dan lain sebagainya. Sehingga pada akhirnya menjadi juara umum,” tuturnya.

Lebih lanjut Sofa mengatakan, mungkin itu semua menjadi salah satu kriteria penilaian untuk mendapatkan kinerja kemahasiswaan terbaiknya. Selain daripada laporan administratif atau kegiatan-kegiatan lainnya. Karena terus terang, pihaknya pun setiap tahun ikut berperan serta aktif dalam mengirimkan berbagai proposal kegiatan hibah dan salah satunya adalah program hibah kreatifitas mahasiswa, program hibah bina desa. Walaupun belum ada hasilnya, tapi setidaknya selalu mengirimkan proposal kegiatan mahasiswa tingkat nasional.

“Alhamdulillah hasil tracer study kami pada tahun lalu menunjukkan bahwa hampir semuanya sudah bekerja sesuai profesinya. Tetapi beberapa juga yang tidak sesuai keahliannya itu. Bahkan di tahun ini ada salah satu alumni kami yang menjadi anggota dewan DPRD Kabupaten Cianjur. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk bahwa masyarakat memang betul-betul percaya dengan alumni kami,” ungkap Sofa.

Sofa mengatakan, Akbid Cianjur ini sebetulnya selalu berupaya berkomitmen untuk memperbaiki mutu dalam pendidikan yang diberikan. Dimulai dari Tri dharma pendidikan, pengabdian, serta penelitiannya. Bahkan memperbaiki kurikulum setiap tahunnya apalagi saat ini telah memasuki era revolusi 4.0.

“Dalam waktu dekat kami akan memperbaiki kurikulumnya sesuai revolusi saat ini. Selain dari bidang pengabdian dan penelitian masyarakat kami selalu dilibatkan. Termasuk fokus dalam bidang stunting yang terus membantu penanganan isu nasional ini. Kami juga masih mengikuti fokus dinas kesehatan, termasuk AKI dan AKB,” pungkasnya. (dan)