Korban Longsor Kanoman Tak Pernah Dapat Bantuan Kesejahteraan Sosial

Tanah longsor dari tebing setinggi 30 meter menghantam hingga menutupi sebelah rumah warga di Kampung Cirawa, Desa Kanoman, Kecamatan Cibeber. Foto Fadilah Munajat/ Radar Cianjur.

RADARCIANJUR.com – Lima keluarga miskin korban bencana longsor di Kampung Cirawa, RT 01 RW 10, Desa Kanoman, Kecamatan Cibeber, tak pernah tersentuh bantuan program kesejahtraan sosial dari pemerintah.

Lima keluarga miskin yang tinggal di tiga rumah tersebut, kondisi kehidupannya hanya mengandalkan dari hasil bekerja secara serabutan atau buruh tani.

Sayangnya, mereka juga tidak pernah tersentuh Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Dengan fakta tersebut, pelaksanaan PKH dan BPNT di Cianjur bisa dikatakan tidak tepat sasaran.

“Kalau PKH saya tak pernah terima, tapi dulu waktu belum ada BPNT saya masih terima Rastra. Tapi setelah keluar BPNT saya sudah tidak dapat lagi,” ungkap Ida, salah seorang warga yang menjadi korban longsor di Kampung Cirawa, Kamis (10/9).

Ida menyatakan, dirinya sempat heran saat sejumlah warga lainnya terdata sebagai penerima bantuan kesejahteraan sosial dari pemerintah pusat itu sedangkan dirinya tidak.

“Mau bertanya tapi takut. Akhirnya ya kami cuma bisa diam saja,” ungkapnya.

Dikonfirmasi, Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Cianjur, Teguh mengakui, program bantuan kesejahteraan sosial seperti PKH dan BPNT di Kabupaten Cianjur memang belum merata sepenuhnya.

“Iya memang betul, bantuan program pemerintah ini belum merata. Yang namanya masuk dalam Basis Data Terpadu( BDT) itu hasil pendataan tahun 2011,” kata Teguh.

Menurut Teguh, saat dilakukan pendataan oleh tim penanganan kemiskinan nasional yang melibatkan BPS dan Dinsos pada tahun 2011 lalu, besar kemungkinan mereka yang tidak masuk dalam BDT karena terlewat atau tidak memiliki nomor induk kependudukan (NIK).

“Bisa saja dulu mereka kelewat atau belum mempunyai NIK. Karena jika tidak mempunyai NIK setelah data dimasukan tidak akan terakses,” ujar Teguh.

Teguh berjanji, pihaknya akan segera melakukan verifikasi kembali agar mereka yang berhak bisa segera mendapatkan hak-haknya dari pemerintah.

“Iya nanti dimasukin aja ke data yang baru,” kata Teguh.

Diberitakan sebelumnya, sepasang pengantin baru di Kampung Cirawa, RT 01 WR 10, Desa Kanoman, Kecamatan Cibeber, tewas tertimbun longsor, Selasa (8/10) malam.

Pengantin baru yang diketahui bernama Muhamad Hendri (21) dan Siti Masrupah (21) itu tewas setelah teritmbun longsor dari tebing setinggi 30 meter.
Selain menimpa rumah milik Muhamad Hendri, tanah bercampur air itu juga menimbun rumah milik Ida (45) dan Iwan (39). Neruntung, mereka berhasil menyelamatkan diri.(dil)