Menguak Latar Belakang Eksekutor Penusukan Menkopolhukam Wiranto

Pelaku penusukan Menkopolhukam Wiranto diamankan polisi.

RADARCIANJUR.com – Siapa pelaku penikaman Menko Pohukam Wiranto di Pandeglang, Banten itu sesungguhnya?

Ternyata dia pernah tinggal di Medan. Tepatnya berdomisili di Jalan Alfakah VI, Lingkungan V, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara.

Pelaku diketahui bernama Syahrial Alamsyah alias Abu Rara. Pria berumur 31 tahun itu memiliki keahlian dalam mengoperasikam komputer. Namun, dalam kèsehariannya, pria yang akrab disapa Alam ini jarang bergaul dan rajin beribadah ke Musala yang berada tidak jauh dari rumahnya.

“Saya tahu, dia sering kami panggil Alam. Sebelum rumahnya digusur kena pembebasan tol, dia (Alam) sehari-harinya main komputer. Tapi, dia jarang bergaul keluar rumah,” kata Ani warga sekitar rumah kaka ipar Alam, Kamis (10/10).

BACA JUGA : Menkopolhukam Wiranto Ditusuk Pakai Senjata Naruto

Alam yang telah memiliki dua orang anak perempuan itu telah bercerai dengan istrinya. Perpisahan itu diduga akibat sang suami tidak memiliki pekerjaan menetap.

Untuk aktivitas kesehariannya, Alam kerap mengikuti jamaah pengajian. Namun warga tidak begitu mengetahui pengajian apa.

Namun, pria yang diduga masuk dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) itu selalu menutup diri di dalam rumah.

BACA JUGA : Dua Luka Tusuk di Perut, Wiranto Dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang

“Dulu, sebelum dia (Alam) cerai dengan istrinya, sempat buka mesin judi dindong. Pernah pun digerebek polisi. Setelah itu, kami lihat dia (Alam) memilih untuk menekuni main laptop dan komputer di rumah,” beber warga yang heboh.

Setelah kabar perceraiannya, Alam tinggal bersama dengan 2 orang anaknya. Warga sekitar hanya mengetahui Alam rajin beribadah. Setelah adanya proyek tol pada tahun 2017, Alam tidak lagi tinggal di rumah itu setelah mendapat kompensasi ganti rugi.

“Setelah ganti rugi, kami tidak tahu ke mana si Alam pindah. Baru tahu kalau dia (Alam) ternyata pelaku penikaman Wiranto. Kami benar – benar tidak menyangka,” celoteh warga di sekitar rumah itu.

Kesaksian lainnya dari warga sekitar, Syahril Alamsyah karib juga disapa dengan Fal di kawasan Tanjungmulia Hilir.

Ia menghabiskan masa kecilnya di kawasan ini, hingga akhirnya kurang lebih setahun lalu Alam pergi merantau ke Banten.

“Dulu dia kerja dan punya kantor sendiri bagian administrasi ijazah di Medan. Usaha isi ulang air mineral juga pernah. Dia juga aktif ikut pengajian baru-baru ini,” kata HT, warga Tanjungmulia Hilir kepada wartawan, Kamis (10/10/2019).

Sepengetahuan warga di Tanjungmulia Hilir, Fal alias Abu Rara memang orang yang hampir dikenal mulai dari Alfaka I sampai Alfaka VI.

“Orangnya pendiam dan enggak neko-neko. Kalau orang Alfaka, pasti taulah sama Bang Fal ini,” ujarnya lagi.

Dari cerita warga, Fal alias Abu Rara sudah pernah menikah sebanyak dua kali. Dengan istri pertama, ia sudah bercerai sekitar lima tahun lebih hingga akhirnya duda.

“Kemudian dia menikah lagi dengan istri kedua, tapi enggak lama bercerai lagi. Dia jadi duda agak lama juga lalu kemudian baru merantau ke Jawa sana,” katanya.

Ia menambahkan, Fal alias Abu Rara tinggal di Alfka VI di rumah orangtuanya. Kondisinya saat ini rumah mereka terkena pembebasan lahan Tol Binjai-Medan.

“Rumahnya sudah dirubuhkan untuk pembangunan jalan tol. Bang Fal waktu itu masih di Medan. Setelah itu barulah dia merantau ke Medan,” jelasnya.

(jp)