Desa Cibanteng Rawan Longsor, Warga Butuh Relokasi

FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Usai musim kemarau yang cukup panjang dengan bencana kekeringan, hampir sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur saat ini dibayangi bencana longsor, usai turunnya hujan sejak beberapa hari terakhir.

Termasuk salah satunya beberapa permukiman yang berada di Blok Pasir Ipis, Desa Cibanteng, Kecamatan Sukaresmi yang cukup rentan mengalami pergeseran tanah.

Pjs Kepala Desa Cibanteng, Ridwan Gusmawandi menjelaskan, beberapa titik yang cukup rawan diantaranya Desa Cibanteng, Rawabelut, dan Cikancana. Pasalnya, daerah itu memiliki kontur tanah yang labil.

Sebelumnya, sudah ada beberapa permukiman yang sudah direkolasi. Akan tetapi, masih ada permukiman lain yang hingga kini masih belum direlokasi.

“Sempat tahun 2014 pemukiman di Kampung Gunung Salam terbawa pergerakan tanah. Ada sembilan rumah rusak berat dan delapan rumah terancam serta delapan hektar lahan pertanian rusak. Ini memperlihatkan kawasan Cibanteng itu rawan pergerakan tanah dan longsor,” tuturnya kepada Radar Cianjur, Jumat (10/10).

Permukiman di Kampung Gunung Salam sebelumnya sudah direlokasi. Sedangkan tiga permukiman di Kampung Blok Pasir Ipis lainnya belum direlokasi.

“Rumah warga menggantung dan sangat rawan ambruk. Sebenarnya tiga rumah ini sudah masuk ke dalam assement pendataan BPBD, namun hingga kini belum ada realisasinya. Kami mengharapkan Pemkab Cianjur bisa merelokasi pemukiman warga tersebut,” ujar Ridwan.

Ia menambahkan, ada beberapa wilayah yang dipetakan sebagai daerah rawan terjadi pergerakan tanah. Di antaranya di Dusun Cikaso dan Dusun Cibuntu.

“Saya sudah infokan ke para Kepala Dusun (Kadus) untuk selalu menyampaikan peringatan kepada warga agar selalu waspada antisipasi pergerakan tanah, apalagi saat ini mulai memasuki musim penghujan,” jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya berharap agar tidak terjadi pergerakan tanah atau longsor. “Semoga tidak lagi terjadi peristiwa longsor dan pergerakan tanah,” harapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dan hasil penelitian tahun 2017 oleh Kementerian ESDM, kontur tanah di kawasan Desa Rawabelut yang berbatasan Desa Cibanteng rawan pergerakan tanah karena berada dalam kondisi tanah batulempung, serpih tufaan, batupasir berlapis baik, serpih pasiran, dan lempung serpihan yang termasuk Formasi Cantayan (Mtts) dalam Peta Geologi Regional lembar Cianjur (Sudjatmiko, 1972).

Berdasarkan Peta Potensi Terjadi Gerakan Tanah Kabupaten Cianjur bulan November 2017 (Pusat Vulaknologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi), lokasi bencana terletak pada daerah potensi gerakan tanah tinggi artinya pada lokasi ini berpotensi tinggi terjadi gerakan tanah. Gerakan tanah lama dan gerakan tanah baru masih aktif bergerak, akibat curah hujan yang tinggi dan erosi yang kuat.

(dan)