Warga Ketakutan Pasca Longsor Desa Kanoman, Pilih Selamat, Mending Tinggalkan Rumah

Tanah longsor dari tebing setinggi 30 meter menghantam hingga menutupi sebelah rumah warga di Kampung Cirawa, Desa Kanoman, Kecamatan Cibeber. Foto Fadilah Munajat/ Radar Cianjur.

RADARCIANJUR.com – Pasca longsor yang terjadi di Kampung Cirawa, Desa Kanoman, Kecamatan Cibeber, Selasa (8/10) malam lalu, warga masih dirundung ketakutan. Warga mengaku, merasakan pergerakan tanah saat membersihkan rumah-rumah yang diterpa longsoran. Kini, warga memilih membongkar sendiri dan meninggalkan rumah mereka.

LAPORAN: Fadilah Munajat, CIBEBER

Warga Kampung Cirawa, Desa Kanoman, Kecamatan Cibeber, membongkar rumah-rumah mereka yang rusak usai dihantam tanah longsor, Jumat (11/10).

Pembongkaran rumah yang tertimbun material longsor itu dilakukan dengan cara gotong royong. Setelah rumah selesai dibongkar, para korban berencana meninggalkan kampung Cirawa dan membangunan rumah di kampung yang baru.

Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan berbagai hal dan ketakutan akan adanya longsor susulan.

Salah seorang korban longsor, Mulyana Azis Muslim (25) mengatakan, pasca longsor yang menewaskan pasangan pengantin baru pada Selas (8/10) malam lalu itu, warga masih merasakan adanya pergerakan tanah.

“Kemarin saat lagi membersihkan tanah sisa-sisa longsor, rumah ini terasa bergerak, jadi takut bakal ada lagi longsor,” katanya.

Untuk sementara, sebelum memiliki tanah dan biaya untuk membangun kembali rumahnya, ia dan keluarganya memilih menumpang di rumah kerabat,

“Untuk sementara mungkin tinggal dulu di rumah suadara nanti kalau udah ada rezeki akan kembali bangun rumah,” tuturnya.

Camat Cibeber, Ali Akbar menyatakan, pihaknya sangat mendukung jika para korban longsor tersebut tak lagi membangun rumah di lokasi itu.
Ia menilai, lokasi Kampung Cirawa yang tepat berada di bawah lereng bukit tentu memiliki kerawanan longsor yang cukup besar.

“Kalau mereka (korban longsor) mau, Pemerinta Desa Kanoman telah menyediakan tanah kosong untuk mereka,” kata Ali.

Plt Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, untuk membantu para korban bencana longsor di Kampung Cirawa, pemerintah desa setempat telah menyediakan tanah, sementara untuk pembangunan rumahnya Plt Bupati yang akan bertanggungjawab.

“Para korban longsor ini jangan memikirkan biaya untuk bangun rumah, biar untuk biaya saya yang bertanggung jawab,” kata Herman.

Menurut Herman, pihaknya siap membiayai untuk bahan bangunan sementara untuk pengerjaanya disarankan agar dilakukan secara gotong royong.

“Untuk kerjanyan kan bisa gotong royong,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Pemkab Cianjur juga memberikan bantuan berupa sembako, pakaian, uang tunai, peralatan bangunan dan selimut.

“Semoga bantuan yang diberikan bisa bermanfaat dan berguna, sehingga bisa membantu meringankan beban mereka, terutama korban yang saat ini rumahnya terkena tanah longsor,” katanya.

Herman mengimbau, agar masyarakat tetap berhati-hati dan tetap waspada akan terjadinya longsor susulan. “Mengingat cuaca yang sangat ekstrim, masyarakat yang berada di daerah rawan longsor agar selalu berhati-hati,” pungkasnya.(**)