Indonesia Lawan Vietnam, Menang Harga Mati

Skuad Timnas Indonesia saat berlatih

RADARCIANJUR.com – Alberto ‘Beto’ Goncalves mengatakan Timnas Indonesia harus bisa memetik kemenangan saat lawan Vietnam, Selasa (15/10).

Pertandingan disiarkan langsung oleh Mola TV dan TVRI yang juga bisa disaksikan cuma-cuma via link ini.

Pertandingan lanjutan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia tersebut dijadwalkan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. “Kami harus lebih fokus. Tidak cerita lain, kami harus menang,” ujarnya.

Beto berharap suasana Bali membawa pengaruh positif untuk Pasukan Garuda. Terlebih, pertandingan di Bali memang bersejarah. Sebab, partai itu merupakan laga resmi FIFA yang pertama bagi Timnas Indonesia.

Sebelumnya, pertandingan-pertandingan Timnas Indonesia banyak berkutat di sekitar Pulau Jawa. “Laga di Bali menjadi suasana baru bagi kami. Semoga hal itu positif untuk tim,” harapnya.

Saat ini Indonesia berada di peringkat terakhir Grup G dan terancam tidak lolos ke babak selanjutnya. Karena itu, Indonesia butuh kemenangan melawan Vietnam demi menjaga peluang lolos tetap hidup.

Seruan bangkit juga dilontarkan Stefano Lilipaly yang berharap skuat Garuda bisa memutarbalikkan keadaan.

Fano, sapaan akrab Lilipaly, mengatakannya di jumpa pers pra-pertandingan Indonesia vs Vietnam.

Menuju laga itu, tuan rumah sudah menelan kekalahan tiga kali. Setelah kalah 2-3 dari Malaysia, Indonesia kandas berturut-turut melawan Thailand dengan skor 0-3 dan dilumat Uni Emirat Arab 0-5.

Indonesia sementara menempati posisi juru kunci di Grup G. Hal itu yang membuat Fano meminta Indonesia bangkit dan memutarbalikkan keadaan.

“Kami tahu apa yang akan kami hadapi. Saya rasa mungkin Vietnam yang sekarang jauh lebih baik daripada Vietnam yang dulu, tetapi jangan lupa kami main home,” kata Fano di Sanur Maya Resort, Sanur, Bali, Senin (14/10).

“Kami kalah memang di tiga pertandingan pertama, mungkin ini adalah saatnya kami bangkit untuk memutarbalikkan keadaan. Harapannya besok bisa mendapatkan kemenangan pertama,” ujar dia.

Fano memiliki pengalaman mengalahkan Vietnam pada Piala 2016. Ketika itu, Indonesia menyingkirkan The Golden Stars Warriors di semifinal dengan agregat 4-3. Setelah menang 2-1 di leg pertama, dengan sempat tertinggal lebih, Indonesia menahan 2-2 di leg kedua dan Fano turut mencetak gol.

“Kami menang di sana memang, tapi pertandingan yang susah, dua tim mau menang, dua tim sangat fashion sama sepakbolanya. Kami tahu Vietnam adalah tim yang berkualitas, cuma waktu itu kami yang akhirnya mendapat gol kemenangan,” dia menjelaskan.(net)