Istana Cipanas Dikepung Sampah

FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Cuaca hujan ekstrim di sejumlah wilayah Cipanas membawa dampak. Salah satunya membuat sampah-sampah berserakan di sisi jalan. Bahkan, tak sedikit pula yang ‘mengepung’ Istana Kepresidenan Cipanas.

Dari pantauan Radar Cianjur, sampah-sampah itu berasal dari berbagai saluran air yang berada di sekeliling Istana Kepresidenan Cipanas. Sampah yang didominasi plastik itu makin berserakan usai hujan mengguyur.

Plt Camat Cipanas, Firman Edi menyatakan, hujan saat ini hampir setiap hari mengguyur wilayah Puncak Cipanas dan sekitarnya dengan intensitas yang cukup tinggi.

Kondisi tersebut, tentu saja membuat semua pihak harus ekstra waspada dan siaga menjaga lingkungan sekitar masing-masing. Sekaligus untuk mencegah terjadinya bencana alam yang mungkin saja terjadi.

“Hasil rapat dengan pihak Istana Kepresiden Cipanas, saat ini sepakat Muspika Cipanas melakukan berbagai persiapan antisipasi hujan. Lantaran dengan hujan tinggi berpotensi banjir dan melimpahnya sampah ke jalan dan dekat Istana Cipanas,” jelasnya, Kamis (17/10/2019).

Berdasarkan pendataan di lapangan, ada beberapa titik yang rawan terjadinya luapan air. Yakni Desa Sindangjaya, Desa Sindanglaya, dan Desa Cipanas. Terjadinya luapan air ini diakibatkan oleh penumpukan sampah di saluran air.

“Makanya harus ada pengelolaan sampah. Diharapkan pemerintahan di masing-masing desa bisa menganggarkan penanganan sampah. Peran aktif masyarakat pun sangat diperlukan, sehingga banjir tak terjadi di kawasan Cipanas,” tegasnya.

Firman mengatakan, warga juga harus meningkatkan kesadaran lingkungan dengan tidak membuang sampah ke selokan.

“Minimalnya harus ada pengelolaan sampah di setiap titik. Selain itu mengecilnya gorong-gorong pun harus segera disikapi,” ujarnya.

Koordinator Keberhasilan, Keindahan, Ketertiban (K3) Kecamatan Cipanas, Dede Ichsan mengatakan, saat ini pihaknya terus konsen dalam menangani sampah. Namun sangat disayangkan kesadaran masyarakat masih cukup minim dalam membuang sampah secara benar, sehingga bisa mengakibatkan banjir.

“Terlebih saat musim hujan seperti ini, banyak warga membuang sampah ke sungai. Padahal ini berdampak banjir dan luapan air,” tuturnya.

Selain itu, masih adanya gorong – gorong yang kecil seperti di Sukasari dekat Taman Makam Pahlawan tidak menampung debit air. Diharapkan pemerintah bisa menata saluran air, sehingga luapan air tidak ke jalan.

“Kami pun sangat berharap program pengelolaan sampah masuk ke setiap desa, jika ini dilakukan niscaya banjir tidak akan terjadi dan lingkungan terjaga,” tukasnya.

(dan)