Momok Menakutkan Gadget untuk Anak

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Penggunaan gadget atau gawai di kalangan anak-anak nampaknya perlu diperketat. Pasalnya, bisa merusak sistem motorik serta kejiwaan anak seperti yang terjadi di beberapa daerah.

Hal tersebut menjadi salah satu peringatan kerasa bagi orangtua untuk melakukan pengawasan dan mengatur penggunaan gawai kepada anak-anaknya.

Selain itu, perlu adanya pengalihan melalui kegiatan lain selain bermain gawai, dari mulai aktifitas di luar rumah dan bermain bersama seperti menggiatkan kembali permainan tradisional.

Pemerhati Anak Indonesia, Seto Mulyadi mengatakan, penggunaan gawai harus ada interfensi dari semua kalangan pendidik dengan membuat kegiatan yang tidak kalah menarik sehingga anak bisa teralihkan dari penggunaan gawai.

“Harus kembali menghidupkan permainan-permainan tradisional dan saat ini sedang kita galakkan lagi. Sehingga perhatian anak dari gawai bisa teralihkan,” ujarnya kepada Radar Cianjur, Kamis (17/10).

Bahkan, kegiatan tersebut sudah dilakukan bersama dengan Presiden Joko Widodo bersama para menteri serta diikuti oleh kurang lebih 700 anak. Ini pun yang nantinya akan dicanangkan hingga ke desa dan Rukun Tetangga (Rt).

“Program ini akan kita lanjutkan dengan para bupati dan walikota di seluruh Indonesia yang menjadi alternatif dari bermain gawai, bahkan nanti bila perlu saya akan meminta kepada Plt Bupati Cianjur untuk memasukan program ini dan saya akan coba bertemu,” paparnya.

Dirinya pun mengimbau kepada orang tua harus bisa dan berani untuk meninggalkan gawainya serta menghabiskan waktu dengan melakukan aktifitas di luar rumah bersama anak. Kegiatan tersebut bisa dilakukan di akhir pekan dengan memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

“Semua dimulai dari orang tua, jadi tidak hanya menyuruh anak untuk berhenti bermain gawai, tapi orang tua pun harus berani sebagai langkah awal dan melakukan aktifitas bersama anak di luar rumah dengan kegiatan-kegiatan yang lebih menarik dari gawai,” jelasnya.

Sementara itu Psikolog Retno Lelyana Dewi mengungkapan, kondisi anak yang bermain gawai berlebihan saat ini sangat memprihatinkan. Terlebih anak usia yang masih produktif. Peran serta orangtua juga sangat penting untuk mengatur waktu anak bermain gawai.

Selain itu, sifat permainan pada gawai membuat anak kecanduan karena suguhan yang diberikan cukup memancing ketergantungan anak untuk terus memainkannya.

“Orangtua harus bisa mengatur penggunaan gawai pada anak-anaknya, kalau bisa sampai dialihkan dengan kegiatan lain,” ungkapnya.

Harus adanya kesepakatan baik di rumah maupun di sekolah tentang penggunaan gawai dan mengawasi serta melakukan monitoring terhadap anak.

“Saat waktu luang, ajak anak untuk berdiskusi dan anak bisa menjadikan orang tua tempat untuk mengobrol. Bukan sibuk berbincang di medsos dengan teman dunia maya. Selain itu, menyiapkan kegiatan menarik yang bisa merangsang minat serta bakat anak,” jelasnya.

Dari segi pendidikan, pihak sekolah harus memperketat mengenai penggunaan gawai selama pembelajaran selain keperluan yang tidak penting. Pihak sekolah pun menyediakan nomor-nomor penting agar anak dan orangtua bisa berkomunikasi terkait kegiatan di sekolah.

(kim)