Sudah Disegel, Ternyata Bandel, Ratusan Massa Gelar Aksi Minta Galena di Cinangsi Ditutup

Santri, ulama dan Ormas FPI unjukrasa di depan Pendopo Cianjur. Foto Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Ratusan massa yang terdiri dari warga, santri, ulama dan ormas Front Pembela Islam (FPI) menggelar aksi unjuk rasa di Pendopo Cianjur, Kamis (17/10).
Dalam aksi terebut, mereka menuntut Pemerintah Kabupaten Cianjur menutup aktifitas produksi galena di Desa Cinangsi, Kecamatan Cikalong Kulon.

Selain menggelar orasi, ratusan massa itu juga membawa berbagai poster bertuliskan keberatan atas polusi yang ditimbulkan dari aktivitas produksi galena di PT Indo Central Mining Service.

Selama ini, massa menilai, limbah yang dihasilkan pabrik tersebut telah memberikan dampak negatif kepada warga sekitar. Aksi itu sendiri mendapatkan pengawalan ketat kepolisan. Selama aksi berlangsung, arus lalulintas Jalan Siliwangi yang mengarah ke Pendopo ditutup.

Setelah beberapa waktu melakukan orasi, perwakilan massa akhirnya diterima masuk untuk berdialog dengan perwakilan Pemkab Cianjur di Pendopo Cianjur. Dalam dialog tersebut, disepakati bahwa Pemkab Cianjur akan menghentikan kegiatan produksi galena di PT Indo Central Mining Service.

Salah seorang peserta massa aksi, Ishak Fauzi (42) mengatakan, aktifitas produksi galena selama ini sudah sangat mengganggu kenyaman masyarakat sekitar. Selain itu, bau yang ditimbulkan dari prodiksi galena tersebut juga mengganggu aktifitas belajar-mengajar di pesantren yang berada tak jauh dari lokasi pabrik.

“Meski radiusnya lumayan jauh, tapi asap yang ditimbulkan sangat mengganggu. Bahkan sudah terbukti dapat mengganggu kesehatan. Yang kena anak-anak, terutama balita,” bebernya.

Ia mengatakan, pabrik tersebut sudah beroperasi sejak tiga tahun lalu. Bahkan, Pemkab Cianjur sebelumnya juga sudah melakukan penyegelan dan memerintahkan agar aktivitas produksi galen itu dihentikan.

Akan tetapi, hal itu ternyata diindahkan pihak perusahan dan tetap melanjutkan proses produksi, kendati sudah beberapa kali diingatkan. “Perusahaanya ilegal, oleh pemerintah sudah disegel tapi mereka terus beraktivitas,” tuturnya.

Sementara, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cianjur, Cecep Alamsyah mengakui, selama ini PT Indo Central Mining Service memang belum mengantongi perizinan. Dan, hal itu juga sudah ditindaklanjuti Satpol PP dengan telah melakukan penyegelan.

“Selama dalam proses penyegelan, maka tidak boleh ada aktivitas dan produksi,” kata Cecep.

Di tempat yang sama, Kepala Satpol PP Kabupaten Cianjur, Muzani Saleh mengatakan, beberapa waktu lalu, pihaknya bersama Muspika Cikalongkulon juga sudah melakukan pengosongan sehingga tidak ada kegiatan lagi.

“Hasil kesepakatan dari audiensi, hari ini kita tutup aktivitas dan operasional pabrik,” tegas Muzani.(dil)