Tak Hanya di Pendopo Cianjur, Pohon Tumbang Terjadi di Tiga Titik Ini

Pendopo Kabupaten Cianjur porak poranda akibat hujan disertai angin kencang, (17/10/2019) sore.

RADARCIANJUR.com – Komplek Pendopo Cianjur di Jalan Siliwangi, Kecamatan Cianjur benar-benar porak poranda kemarin sore. Hujan yang disertai angin kencang membuat pohon-pohon besar yang ada di dalamnya tumbang. Meski tak ada korban jiwa, namun sejumlah batang pohon besar yang ambruk ditiup angin menimpa sejumlah mobil dan motor.

Hujan yang mulai mengguyur Kota Cianjur sekitar pukul 15:30 WIB itu pun diwarnai dengan turunnya butiran es di beberapa titik. Dari pantauan Radar Cianjur, pohon tumbang terjadi di beberapa tempat yakni di Komplek Pemkab Cianjur, Kejaksaan Cianjur, KONI Cianjur, Bank BRI Cabang Cianjur dan Jalan KH Abdullah Bin Nuh.

Hujan tersebut membuat sejumlah orang panik dan ketakutan. Pasalnya, angin yang kencang tersebut menyerupai puting beliung dengan berputar-putar. Seperti di Pemkab Cianjur, beberapa pegawai negeri sipil (PNS) yang panik dengan kejadian singkat tersebut.

Bukan hanya kepanikan, pohon tumbang di Pemkab Cianjur menimpa dua unit mobil yang mengalami kerusakan ringan dan berat. Satu unit mobil pribadi berwarna putih rusak berat dan satu unit mobil dinas rusak ringan dengan kaca serta lampu pecah.

Setelah hujan reda, beberapa PNS serta petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur langsung melakukan evakuasi pemotongan pohon. Ukuran pohon yang besar serta kekurangan alat membuat materi batang pohon sulit untuk dievakuasi.

Petugas Pelaksana Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur, Zaenal Mutaqin yang kala itu sedang
piket di Pos Pemkab Cianjur menceritakan awal mula pohon tersebut tumbang.

Saat ia sedang piket, ia melihat awalnya hujan turun biasa saja. Tapi, tak lama disusul dengan angin kencang seperti puting beliung. Tidak berselang lama terdengar suara pohon tumbang.
“Pada saat saya piket, hujan awalnya biasa tapi lama kelamaan disertai angin dan setelahnya terdengar suara kencang seperti ada benda jatuh, pas dilihat pohon tumbang menimpa mobil dan motor,” ujarnya sambil mnjaga lokasi agar tak ada orang yang mendekat.

Dirinya pun langsung melaporkan kejadian tersebut kepada BPBD Kabupaten Cianjur dan bersama anggota Satpol PP lainnya melakukan pembersihan.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyatno menjelaskan, pada saat hujan deras terjadi, pihaknya sedang melakukan patroli. Namun dirinya memperhatikan hujan yang turun kemarin sore dinilai sangat deras dan disertai butiran es yang jatuh. Tak berselang lama, dirinya pun mendapatkan laporan bahwa terjadi pohon tumbang di beberapa lokasi dan salah satunya di Pemkab Cianjur.

Sedikitnya, 15 anggota BPBD diterjunkan ke empat titik kejadian yang difokuskan. Sementara satu titik di Jalan KH Abdullah Bin Nuh hanya tangkai pohon yang menimpa unit sepeda motor yang sedang terparkir di salah satu perusahaan perbankan. “Saat ini kita fokuskan di sekitar Jalan Siliwangi yang kejadiannya cukup parah seperti di Pemda Cianjur dengan menurunkan 15 anggota di empat titik,” ungkapnya.

Pihaknya belum menerima laporan kembali mengenai lokasi lainnya yang mengalami pohon tumbang. Selain itu, keterbatasan anggota dan alat untuk evakuasi pun menjadi salah satu kendala yang dihadapi BPBD Kabupaten Cianjur.

Dari kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa dan luka. Namun hanya ada kerusakan materil berupa kendaraan yang terparkir saja. “Kalau untuk korban tidak ada, hanya kerusakan kendaraan saja. Untuk jumlahnya kita belum data, nanti kita assessment (penelurusan) terlebih dahulu,” jelasnya.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak berlindung maupun berhenti di pohon besar di saat hujan deras disertai angin melanda. Sebaiknya memilih tempat berteduh yang aman.

Di tempat lain, di halaman KONI Cianjur pun terjadi hal serupa. Satu unit mobil pribadi turut menjadi korban dari runtuhnya pohon besar. Ternyata di dalam mobil tersebut terdapat Yati Hendriani (46) yakni istri dari pegawai KUA Kecamatan Cianjur, Iim Ibrahim.

Ketika hujan deras, dirinya bersama istri berhenti sejenak di parkiran KONI Cianjur. Saat itu, Ibrahim akan melaksanakan solat ashar terlebih dahulu sebelum pulang ke rumahnya.

“Saya menyempatkan solat terlebih dahulu, pada saat solat itu istri saya menelepon terus tapi saya tidak dengar. Selesai solat istri saya kirim pesan kejebak di dalam mobil karena tertimpa pohon,” paparnya.

Lanjutnya, warga sebelumnya tidak melihat ada Yati di dalam mobil. Namun setelah terdengar teriakan meminta tolong, warga pun mencoba membantu menyelamatkan dari dalam mobil. Yati pun terlihat syok dan ketakutan, sehingga diamankan ke Kantor KONI Cianjur.

Setelah diamankan, Yati tidak mengalami luka apapun. Pasalnya, saat itu dirinya duduk di kursi belakang. “Alhamdulillahnya tidak kenapa-kenapa, kalau duduk di kursi depan bisa jadi ketimpa,” terangnya dengan kondisi gemetar.

(kim)