Sah, Jokowi – Ma’ruf Pimpin Indonesia 2019 – 2024

DISUMPAH: Presiden Joko Widodo mengucap sumpah dan janji jabatan dalam Sidang Paripurna MPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu (20/10).

RADARCIANJUR.com -Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin mengucap sumpah dan janji jabatan dalam Sidang Paripurna MPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu (20/10).

Pengucapan dilakukan secara sendiri-sendiri alias tidak bersamaan. Pantauan JPNN.com, Presiden Jokowi sekitar pukul 16.04, terlebih dahulu mengucapkan sumpah dengan didampingi rohaniwan.

“Bismillahirrahmannirrahim. Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti pada nusa dan bangsa,” ucap Jokowi dengan lancar.

Setelah itu, giliran Kiai Ma’ruf mengucap sumpah sekitar pukul 16.05. “Bismillahirrahmannirrahim. Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Wakil Presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti pada nusa dan bangsa,’ ucap Kiai Ma’ruf.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan oleh Jokowi dan Kiai Ma’ruf serta Ketua MPR Bambang Soesatyo, Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani, Ahmad Basarah, Syarief Hasan, Arsul Sani, Jazilul Fawaid, Zulkifli Hasan, Fadel Muhammad, Hidayat Nur Wahid, Lestari Moerdiyat dan Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono.

Ketua MPR Bambang Soesatyo yang memimpin sidang paripurna itu mengucapkan selamat kepada Jokowi – Kiai Ma’ruf yang telah resmi menyandang jabatan Presiden dan Wapres RI. Bamsoet -panggilan bekennya- menyatakan, Jokowi – Ma’ruf akan memimpin Indonesia hingga 20 Oktober 2024.

“Atas nama pimpinan dan anggota kami sampaikan selamat kepada Saudara Joko Widodo dan Saudara KH Ma’ruf Amin, yang telah memperoleh kepercayaan rakyat sebagai presiden dan wakil presiden untuk melaksanakan amanat rakyat, bangsa dan negara dalam kurun waktu lima tahun ke depan terhitung 20 Oktober 2019 sampai 20 Oktober 2024 yang akan datang,” kata Bambang memimpin Sidang Paripurna MPR.

Mantan ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu juga menyatakan bahwa Jokowi – Kiai Ma’ruf setelah sah sebagai presiden – wapres bukan lagi pemimpin satu golongan. Namun, tegas Bamsoet, kini Jokowi dan Kiai Ma’ruf adalah milik dan pemimpin seluruh rakyat Indonesia.

“Izinkan kami sampaikan kepada presiden dan wakil presiden, saudara berdua telah berhasil meraih simpati sebagian besar rakyat sehingga terpilih menjadi presiden dan wakil presiden. Dengan demikian saudara bukan lagi pemimpin satu golongan tertentu tetapi milik dan pemimpin seluruh rakyat, bangsa Indonesia,” ujar politikus Partai Golkar yang karib disapa Bamsoet itu.

Dalam sambutanya Presiden Joko Widodo menyampaikan lima program prioritas yang akan dikerjakannya bersama Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, lima tahun ke depan.

Program prioritas pertamanya adalah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) pekerja keras yang dinamis. “Membangun SDM yang terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Mengundang talenta-talenta global bekerja sama dengan kita,” ucap Jokowi.

Program pertama itu menurutnya tidak bisa diraih dengan cara-cara lama, namun harus dengan pengembangan cara baru. Sebab, bangsa ini perlu endowment fund yang besar untuk manajemen SDM. Kerja sama dengan industri juga penting dioptimalkan. Serta penggunaan teknologi yang mempermudah jangkauan ke seluruh pelosok negeri.

Program keduanya adalah melanjutkan pembangunan infrastruktur yang menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, mempermudah akses ke kawasan wisata, serta mendongkrak lapangan kerja baru, sehingga mengakselerasi nilai tambah perekonomian bagi rakyat.

Ketiga, menyederhanakan bahkan memotong segala bentuk kendala regulasi. “Pemerintah akan mengajak DPR untuk menerbitkan dua undang-undang besar. Pertama, UU Cipta Lapangan Kerja. Kedua, UU Pemberdayaan UMKM,” ungkap suami Iriana itu.

Masing-masing UU tersebut menurut Jokowi, akan menjadi Omnibus law, yaitu satu UU yang sekaligus merevisi beberapa UU, bahkan puluhan UU yang menghambat penciptaan lapangan kerja sekaligus. UU yang menghambat pengembangan UMKM juga akan langsung diubah.

Keempat, Menyederhanakan birokrasi secara besar-besaran. “Investasi untuk penciptaan lapangan kerja harus diprioritaskan. Prosedur yang panjang harus dipotong. Birokrasi yang panjang harus kita pangkas,” tegas Jokowi.

Terakhir, transformasi ekonomi. Dalam hal ini, pemerintah akan beralih dari ketergantungan pada sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa, demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Presiden Jokowi menargetkan Indonesia bisa menjadi negara maju pada 2045 dengan pendapatan Rp320 juta per kapita per tahun atau Rp27 juta per kapita per bulan.

Presiden mengatakan, tahun 2045 adalah satu abad Indonesia merdeka. “Nestinya Insya Allah Indonesia telah keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah. Mimpi kita di 2045 Indonesia telah menjadi negara maju dengan pendapatan menurut hitung-hitungan 320 juta per kapita per tahun atau 27 juta per kapita per bulan. Itulah target kita bersama,” ujar Presiden.

Pendapatan per kapita merupakan pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara. Pendapatan per kapita adalah hasil pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduk negara tersebut.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada 2018 pendapatan per kapita Indonesia meningkat menjadi US$ 3.927 atau sekitar Rp56 juta per kapita per tahun. Naik dibandingkan tahun 2017 yang mencapai Rp51,9 juta dan 2016 Rp47,9 juta per tahun.

“Mimpi kita di 2045, Produk Domestik Bruto Indonesia mencapai 7 triliun USD, Indonesia sudah masuk 5 besar ekonomi dunia, dengan kemiskinan mendekati nol persen. Kita harus menuju ke sana,” kata Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, angka yang ditargetkan tersebut sudah dikalkulasi. “Target tersebut sangat masuk akal dan sangat memungkinkan untuk kita capai. Namun semua itu tidak datang otomatis, tidak datang dengan mudah. Harus disertai kerja keras dan kita harus kerja cepat. Harus disertai kerja-kerja bangsa kita yang produktif,” tegas Presiden Jokowi.(jpnn)