Jabatan Kadisdikbud Cianjur Tak Ikut Dilelang, Kenapa?

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Hasil lelang terbuka yang dilakukan panitia seleksi (pansel) sudah final. Dari delapan jabatan tertinggi di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada, tidak tercantum jabatan lelang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur. Ternyata, Herman nampaknya masih pikir-pikir terkait sosok yang tepat menduduki jabatan Kadisdikbud yang saat ini ditempati Oting Zaenal Mutaqin.

Ketua Dewan Pendidikan Cianjur, Awaludin mengatakan, plt bupati memiliki hak preogatif terkait assessment jabatan dari beberapa dinas. Menurutnya, lelang jabatan yang sudah terjadi beberapa waktu lalu itu tidak berkaitan dengan jabatan yang diemban oleh plt di suatu OPD, tetapi lebih berkaitan dengan kebutuhan.

Ia mencontohkan, mengenai sejumlah jabatan yang dilelang tak lepas dari unsur pejabat yang bersangkutan akan pensiun atau dalam penilaian lain yaitu memiliki kinerja yang kurang maksimal. ”Itu (assessment) keputusan bupati. Bukan juga karena dijabat oleh plt tapi berkaitan dengan kebutuhan seperti mau pensiun dan kinerja yang tidak maksimal,” ujarnya kepada Radar Cianjur.

BACA JUGA : Plt Bupati Cianjur Rombak Kabinet Jelang Pilkada

Selain itu, perihal tertundanya Plt Kadisdikbud untuk didefinitifkan bisa dikarenakan kasus yang pernah terjadi pada akhir 2018 lalu. Pihak provinsi memoratorium sehingga perlu adanya pembenahan terlebih dahulu khususnya di internal Disdikbud.

Awaludin pun mendorong kepada bupati agar setiap kasus dapat menjadi pelajaran dan segera didefinitifkan jika memang Plt Kadisdikbud saat ini bisa menyelesaikan masalah pendidikan. ”Mungkin bisa saja dimoratorium oleh provinsi terlebih dahulu, tapi ke depannya harus segera didefinitifkan,” desaknya.

Ia pun menilai, ada sisi lain yang memang menjadi pertimbangan bupati. ”Bisa saja, saat ini bupati sedang mencari sosok yang memang pas untuk bisa menyelesaikan tugas di Disdikbud,” ungkapnya, kemarin.
Hal senada diungkapkan Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Cianjur, Sahli Saidi. Menurutnya, kondisi Disdikbud saat ini memerlukan sosok yang cocok untuk melakukan pembenahan sehingga tidak asal memilih untuk menjadi kepala dinas.

”Mungkin saat ini bupati masih dalam proses memilih dahulu orang yang bisa membenahi Disdikbud, sehingga nantinya tidak salah orang,” ujar pria yang biasa disapa Bang Sahli ini.

Selain itu, lanjutnya, Disdikbud masih harus melakukan pembersihan terlebih dahulu dari kasus yang pernah terjadi. ”Itu kan ada seleksi, nantinya dari bupati. Ketentuannya juga dari bupati,” tuturnya.

Seperti diketahui, Kepala Disdikbud sendiri saat ini masih dijabat oleh Oting Zaenal Mutaqin dengan status pelaksana tugas. Hal ini banyak berpengaruh khususnya terkait segala kebijakan yang tidak bisa diputuskan langsung dengan status sebagai plt.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, jabatan yang dilelang kemarin merupakan jabatan yang kosong. ”Yang dilelang itu yang kosong dan tidak dilelang kalau itu (Disdikbud, red) mah,” ulasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, posisi yang diisi oleh Plt Kadisdikbud, Oting Zaenal Mutaqin sudah mendapatkan izin yang sebelumnya diusulkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). ”Udah diusulkan ke KASN dan diizinkan. Tidak masalah itu mah,” paparnya.

(kim)