Empat Desa di Naringgul Krisis Air Bersih, Air Bekas Mandi Dipakai Mandi

SULIT: Warga memanfaatkan satu-satunya sumber air yang debit airnya sudah sangat jauh berkurang untuk keburuhan air bersih. Mereka juga harus antre siang-malam dengan membawa jerigen dengan jarak tempuh yang lumayan jauh dari permukiman penduduk.

RADARCIANJUR.com – Kendati di Cianjur utara sudah turun hujan, tak demikian halnya di Cianjur selatan. Tercatat, empat desa di Kecamatan Naringgul masih mengalami kekeringan. Akibatnya, warga kesulitan mendapatkan air bersih.

Berdasarkan data yang didapat Radar Cianjur, empat desa tersebut yakni Desa Wangunjaya, Malati, Naringgul dan Margasari. Warga pun membutuhkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Sayangnya, satu-satunya sumber air yang masih bisa dimanfaatkan warga, yakni sumber air Cisinduk, kini sudah mula mengering dan menyusut akibat tak ada hujan sejak sekitar enam bulan lalu.

Seperti yang diungkap Jejen (45), Kepala Dusun Puncak Wangi, Desa Wanguncjaya, yang menyebut warganya menjadi salah satu yang sangat membutuhkan pasokan air bersih.

“Di sumber air itu warga mengantre siang-malam. Karena tidak ada sumber lain lagi. Itu juga airnya sudah menyusut sekali,” ungkapnya, Minggu (27/10).

Dengan kondisi tersebut, warga terpaksa merogoh kocek lebih dalam dengan membeli air bersih dari seorang pengusaha air setempat. Itu juga hanya warga yang terbilang mampu membelinya.

“Harganya Rp7.000 per satu toren ukuran besar. Maksimal isinya 1.000 liter,” bebernya.

Karena itu, pihaknya berharap ada perhatian dari Pemkab Cianjur agar mengupayakan pemenuhuan kebutuhan air bersih warga. “Saking sulitnya air bersih, warga sampai air bekas mandi dan cuci tangan dipakai lagi untuk mandi,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Ustad Herman (45), warga Desa Naringgul. Sejak musim kemarau ini, warga sudah sangat kesulitan air bersih. Terlebih sejak tiga bulan terakhir.

“Paling parah yang bulan ini. Sudah sangat sudah dapat air bersih untuk memasak dan minum,” ujarnya.

Beruntung, di Desa Naringgul masih ada sumber air yang bisa dimanfaatkan warga. Itu pun, airnya sejatinya sudah sangat berkurang. “Tapi airnya sudah sedikit dan berkurang. Semoga Pemkab Cianjur bisa membantu pasokan air bersih untuk warga,” harapnya.(jay)