Perkebunan Galudra TNGGP Rawan Erosi

WASPADA: Lahan perkebunan di wilayah Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) di Desa Galudra Kecamatan Cugenang rawan terhadap berbagai bencana. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Di kaki gunung wilayah Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), masih banyak masyarakat yang melakukan kegiatan pertanian di tebing yang cukup curam.

Hal tersebut bisa berakibat berbahaya bagi para petani, seperti di wilayah II TNGGP, yakni Desa Galudra Kecamatan Cugenang. Pada musim hujan, wilayah ini masih perlu tata kelola air serta reboisasi agar bencana bisa diminimalisir.

Kepala Seksi Wilayah II TNGGP, Johanes mengatakan, kecuraman tebing diwilayah tersebut perlu direhabilitasi dan harus segera dihijaukan.

“Kita mengharapkan peran dari berbagai pihak untuk kembali menghijaukan wilayah ini, terlebih kita lihat di tebing yang cukup curam ini untuk menjaga erosi,” ujarnya.

Selain untuk menjaga hijaunya alam, dengan melakukan rehabilitadi tata kelola air dan penghijauan bisa menjaga keselamatan masyarakat sekitar.

Sementara itu, Kepala Desa Galudra, Asep Saepudin mengungkapkan, selain erosi, angin kencang pun dikhawatirkan pada saat musim hujan. Pihaknya pun selalu memberikan imbauan kepada masyarakat agar berhati-hati.

“Kalau longsor atau erosi tidak terlalu, cuma angin kencang yang dikhawatirkan, masyarakat yang bertani harus waspada,” paparnya.

Maka darinitu, saat menjelang musim hujan, masyarakat yang bertani tetap harus memperhatikan alam sekitar. Sehingga tidak hanya memberikan keuntungan saja, namun harus adanya penanggulangan terhadap alam seperti penanaman pohon.

Pihaknya pun terus berkomunikasi dengan TNGGP untuk meminimalisir bencana yang terjadi di wilayah pemerjntahannya.(kim)