KRC-LIPI Gelar Pelatihan Botanical Art

RADARCIANJUR.com – Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas-LIPI menggelar pelatihan ‘Identifikasi Tumbuhan dan Botanical Art’ selama dua hari, Selasa dan Rabu (5-6/11) di Gedung Pendidikan Lingkungan dan Konservasi, Kebun Raya Cibodas.

Hadir dalam kegiatan tersebut narasumber yang langsung didatangkan dari Singapura, Bian Tan dan Lucinda Law. Keduanya merupakan Botanist yang concern terhadap konservasi.

Bian Tan memiliki pemahaman luas di bidang konservasi dan pendidikan lingkungan. Sedangkan Lucinda Law dengan organisasinya, Within Art Nature, bekerjasama mengembangkan paham konservasi dan promosi kebun raya, seperti Kebun Raya Cibodas.

Kepala Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas (KRC), Dr Wawan Sujarwo menjelaskan, kerjasama KRC dengan Bian Tan dan Lucinda Law, untuk meningkatkan pemahaman pentingnya konservasi tanaman dan mempromosikan Cianjur sebagai kawasan wisata ilmiah berwawasan lingkungan.

Kegiatan ini juga dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pegawai yang ada di KRC. Apalagi, tidak banyak orang yang ahli di bidang ilmu taksonomi, karena untuk mempelajarinya membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Mengidentifikasi tumbuhan itu dilakukan dengan mengamati ciri-ciri morfologi dari mulai daunnya, buahnya dan bunganya seperti apa. Jadi nantinya para peserta pelatihan itu bisa merunutkannya hingga bisa ditentukan spesiesnya,” terangnya di sela-sela acara.

Wawan mengatakan, peserta yang hadir pun bukan hanya perwakilan Kebun Raya Cibodas saja. Karena KRC mengundang Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Purwodadi, dan Kebun Raya Bali.

“Sementara ini peserta yang hadir hanya ada dua perwakilan. Yakni dari Kebun Raya Cibodas dan Bali,” ujarnya.

Wawan mengatakan, para gardener ataupun peneliti tumbuhan itu bisa memiliki keahlian dalam mengidentifikasi tumbuhan. Proses penemuan spesies baru dimulai dari mengidentifikasi. Selain itu, dalam menuliskan hasil identifikasi harus didukung dengan kemampuan dalam menggambarkan tumbuhannya (Botanical Art).

Pihaknya berharap, para peserta bisa menambah pengetahuan dan keahliannya dalam mengidentifikasi dan menggambar tumbuhan. Karena peningkatan SDM juga merupakan salah satu program dari pemerintah pusat. Bahkan untuk tag line lima tahun kedepan, Pak Jokowi telah mendengungkan ‘Indonesia Maju, SDM Unggul’.

“Jadi kegiatan ini salah satu cara kami dalam meningkatkan mutu SDM di balai konservasi,” tukasnya.

Senada, Bian Tan menekankan pentingnya mengikuti pelatihan ini agar bisa menjelaskan bagaimana mengindentifikasi tumbuhan. Sehingga kaitan mengenai taksonomi itu bagi para gardener akan lebih mengerti.

“Jadi itu sangat penting sekali. Kita perlu tau jumlah populasinya berapa, upaya identifikasi seperti apa, dan juga yang lebih penting, cara untuk publikasinya,” kata Bian.

(dan)