Kodim 0608 Cianjur Gunakan Bios 44 Olah Lahan Tidur

TERLIHAT BAIK: Dandim 0608/Cianjur, Letkol Infanteri Rendra Dwi Ardhani eninjau kebun pemberdayaan Ketahanan Pangan. FOTO: KODIM 0608/CIANJUR FOR RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Kodim 0608 Cianjur menggunakan teknologi pertanian Bios 44 di Kampung Beunying, Desa Pakuon, Kecamatan Sukaresmi. “Senjata’ canggih untuk pemberdayaan Ketahanan Pangan (Hanpang) ini digunakan untuk mengolah lahan tidur seluas empat hektar.

Lahan tudur yang dijadikan kebun tersebut merupakan lahan yang sering dibekukan petani karena rawan terjadi kekeringan saat musim kemarau. Dandim 0608 Letkol Infanteri Rendra Dwi Ardhani didampingi Pasi Teritorial Kodim 0608 Cianjur Kapten Infanteri Ojang (17/11) meninjau kesiapan sayuran yang sudah ditanam selama empat bulan lamanya.

Dandim mengatakan, pada Juli lalu lahan yang ditinjau itu dinilai tidak memungkinkan ditanami sayur-sayuran. Untuk itu, pihaknya menjadikan lahan percontohan untuk mencetak perkebunan guna pemberdayaan Hanpang. “Kami menggunakan teknologi pertanian TNI yaitu Bios 44. Melakukan percobaan menanam sayuran pada musim kemarau yang lalu. Alhamdulillah hasilnya saat ini sudah terlihat baik,” ujarnya.

Cairan Bios 44 memiliki manfaat yang beragam. Bisa untuk pertanian, perikanan, dan bahkan mencegah kebakaran hutan serta lahan. Bios 44 yang merupakan paduan mikroorganisme akan memperkecil hingga menutup rongga-rongga lahan gambut. Karena itu, lahan tersebut tidak akan mudah terbakar.

Bios 44 berfungsi menormalisasi lahan untuk kembali seperti semula. Inovasi itu sebenarnya sangat sederhana. Bahan-bahan yang dipakai mudah didapat. Misalnya, air, ragi, susu bubuk, cornet beef, dan gula pasir.

Setelah disiram Bios 44, lahan gambut menjadi subur. Bahkan bisa ditanami jenis tanaman lain. Lalu, saat musim kemarau, lahan tersebut sudah terkunci dan tidak mudah terbakar. Cairan tersebut tidak berbahaya bagi manusia maupun makhluk hidup lain. Bios 44 juga bisa digunakan untuk pertanian yakni mengurai tanah tandus menjadi subur.

Dandim menambahkan, cetak kebun perdana ini ditanami oleh dua jenis tanaman yaitu cabai dan kentang. Sejak empat bulan yang lalu, diperkirakan sudah mendekati masa panen. “Dari tinjauan kebun kali ini seluruh tanaman sayuran tumbuh subur. Kami memperkirakan pada Desember nanti semua sayuran di sini sudah bisa dipanen,” pungkasnya. (dil)