Macet Parah! Bogor-Cianjur 10 Jam

MANDEK: Kemacetan parah di sekitaran Pasar Cipanas yang terjadi Minggu (10/11). Selain itu, kemacetan juga terjadi di beberapa titik yang menuju obyek wisata. Akan tetapi, kemacetan akhir pekan kemarin itu dinilai lebih parah ketimbang biasanya. FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Kemacetan di kawasan Puncak akhir pekan kemarin terjadi cukup parah. Selain lantaran libur panjang, juga disebabkan kepadatan kendaraan yang rata-rata didominasi wisatawan yang ingin berlibur di kawasan Puncak.

Dari pantauan Radar Cianjur, kepadatan kendaraan sudah mulai nampak sejak Jumat (8/11) malam. Sedangkan kemacetan terjadi sejak Sabtu (9/11) pagi sampai dengan Minggu (10/11).

Sejumlah titik kemacetan terparah yang terpantau di antaranya terjadi di sekitaran Pasar Cipanas, persimpangan Paragajen-Cibodas dan persimpangan Hanjawar.

Kemacetan yang terjadi di sekitaran pasar Cipanas selain disebabkan aktivitas pasar, juga karena adanya kegiatan yang digelar di lapangan depan Istana Kepresidenan Cipanas.

Sedangkan persimpangan Paragajen-Cibodas, disebabkan membludaknya kendaraan yang hendak menuju ke kawasan wisata Cibodas, bersamaan dengan kegiatan di Bumi Perkemahan Mandala Kitri

Serupa, kepadatan lalu lintas di persimpangan Hanjawar juga didominasi oleh kendaraan wisatawan yang hendak menuju ke Kota Bunga maupun Taman Bunga Nusantara (TBN).

Kondisi tersebut cukup disesalkan masyarakat. Seperti yang dituturkan salah seorang warga Bogor, Deni (30) yang hendak menuju ke Cianjur. Lantaran terjebak macet sejak pagi, ia memilih beristirahat di sebuah warung.

“Saya dari Ciloto tadi kena macet hampir satu jam, lumayan capek. Jadi mending istirahat dulu,” ujarnya.

Deni mengaku sudah memahami kemacetan yang biasa terjadi di jalur Cipanas-Puncak setiap akhir pekan. Namun, dirinya berharap adanya solusi yang jitu dari instansi terkait agar kemacetan tidak terus terjadi.

“Jangan sampai kayak waktu macet kemarin, sampai enam jam kan itu. Pengennya sih ada solusi, seperti jalur Puncak II kan katanya mau diselesaikan, tapi sampai sekarang tidak ada realisasi,” tambahnya.

Edwin (28) pengemudi lainnya yang hendak menuju Cisarua bersama rombongan pun memilih beristirahat di sekitar Cipanas saat sedikit lepas dari kemacetan.

“Tadi sudah macet dari pasar Cipanas sampai ke dekat belokan Cibodas. Jadi pengen istirahat sebentar,” katanya.

Menurut Edwin, kemacetan di kawasan Cipanas-Puncak perlu ditanggapi serius. Tidak hanya dari instansi terkait yang ada di Kabupaten Cianjur, tapi juga dari daerah di sekitarnya.

“Ini kan jalurnya antara Cianjur sama Bogor. Kalau saya lihat kayaknya pemerintah daerahnya kurang koordinasi, jadi macet ya terus ada. Sayang loh wisata Cianjur banyak, tapi orang bisa ogah-ogahan kalau keseringan kejebak macet nantinya,” kata Edwin.

Lain cerita diungkap Puji (34). Warga Cianjur yang bekerja di Bogor itu harus menempuh perjalanan kurang lebih 10 jam pada Sabtu (9/11) malam, untuk bisa sampai ke Cianjur.

“Aduh, 10 jam lebih (Bogor ke Cianjur). Dari Bogor sudah macet parah. Enggak biasanya macet separah ini,” ungkapnya.

Puji menyebut, kemacetan di Bogor selain karena banyaknya kendaraan, juga lantaran ada pelebaran jalan yang belum selesai. “Enggak gerak sama sekali. Motor semalam saja gak bisa jalan,” katanya.

(dan)