Lahan HGU Terlantar di Batulawang Ditertibkan

FOTO:DADAN SUHERMAN/RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Cianjur memberikan sosialisasi dan penyuluhan program agraria redistribusi tanah kepada para penggarap Hak Guna Usaha (HGU) salah satu perusahaan yang berada di Desa Batulawang Kecamatan Cipanas, Kamis (14/11).

Kepala BPN Kabupaten Cianjur, Anthony Tarigan mengatakan, secara nasional pemerintah pusat memiliki program penataan area-area HGU. Termasuk salah satu perusahaan di Batulawang ini juga terdaftar dalam database yang telah ditentukan oleh pemerintah.

Tetapi dalam konteks perjalanannya, lanjut Anthony, pihak perusahaan menyampaikan progres terkait dengan pemanfaatan dan pengelolaan tanah secara management untuk dipertimbangkan.

“Dalam pertimbangan itulah, pihak perusahaan punya satu kewajiban untuk menyediakan tanah bagi masyarakat,” terangnya saat ditemui usai memberikan penyuluhan di aula Desa Batulawang, kemarin.

Di satu sisi, Anthony mengatakan, masyarakat juga memiliki para penggarap yang ada didalam lahannya. Itu juga yang akan diterbitkan oleh pemerintah. Karena memang masyarakat pernah mengajukan ke kantor BPN untuk mengajukan sertifikat hak milik.

Dalam hal inilah, kementerian hingga pemerintah daerah melihat bahwa di Batulawang itu termasuk ke dalam konteks penertiban dan penyelesaian khususnya permasalahan di atas lahan HGU.

“Karena adanya ketidakproduktifan dan terindikasi terlantar, jadi itulah yang pemerintah tertibkan serta penataan kembali lahan HGU tersebut,” kata Anthony.

Dalam peraturan Menteri Agraria Kepala BPN nomor 7 tahun 2017 menyatakan bahwa, akan ditertibkan dan dilakukan penataan sebesar 20% dari hak yang diberikan pemerintahan. Esensi program pemerintah tersebut itulah yang diberikan. “Karena dari usulan itulah kami melanjutkan ke Jakarta untuk diberikan surat kepada kementerian,” sambungnya.

Tahapan-tahapan awal yang dikerjakan saat ini dari tim agraria dan ketua pelaksana harian, yakni penyuluhan kepada masyarakat. Sehingga ketika berbicara di Kabupaten Cianjur, yang sedang ditangani oleh pemerintah melalui tim yaitu PT MPM ini.

“Ada sekitar 200 hektar lebih yang ditata oleh pemerintah dan akan ditentukan zona lokasinya serta disiapkan sebagaimana jumlah peserta penggarap tanah HGU yang sudah ditetapkan oleh keputusan Bupati,” terangnya.

Anthony mengatakan, sesuai data awal sekitar 2090 peserta penggarap tanah HGU di Ciseureuh itu, nantinya akan dibagi redistribusi sesuai aturan. Hanya saja data yang saat ini bisa dikatakan valid, sekitar 1740.

Kepala Desa Batulawang, Nanang Rohendi menanggapi kaitan hal yang ada di di desanya tersebut, bahwa pihak pemerintah Desa Batulawang akan menyerahkan segala sesuatu perihal hak para penggarap di lahan HGU Ciseureuh itu kepada pihak BPN.

Pasalnya, Pemdes hanya sebagai fasilitator antara warga dengan pihak pertanahan. “Kami serahkan saja ketika ada sesuatu apapun dari warga kami kepada badan yang berwenang,” ujarnya.

Menurutnya, hal serupa pun bukan hanya ada di wilayah Desa Batulawang saja. Tetapi terbagi dua desa lainnya, seperti Desa Sukanagalih, dan Cibadak.

Selain itu, kaitan redistribusi yang akan didapat oleh para penggarap lahan HGU perusahaan tersebut, nantinya kemungkinan besar, Desa Batulawang itu paling luas mendapat redistribusinya.(dan)