Curhat DK yang Suaminya Ditangkap Densus 88 di Ciranjang

DK didampingi ketua RT 03/01, Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang. Foto Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Perempuan bercadar itu duduk termangu. Suaminya belum juga dipulangkan pasukan anti teror Densus 88 setelah menangkapnya Kamis (14/11). DK juga sempat digiring petugas di hari yang sama. Tapi DK sudah dipulangkan lagi ke rumah kontrakannya, di Kampung Cibodas RT 03/01, Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang.

“Saya ikut ke rombongan polisi itu keinginan saya, karena ingin ketemu dengan suami, jadi saya kemarin bukan ditangkap dan saya tidak punya kaitan apa-apa dengan teroris,”katanya menceritakan ihwal penangkapannya oleh pasukan anti teror itu.

Kini yang tertinggal adalah rasa sedih, dan malu atas peristiwa itu. Apalagi, dituduh terlibat jaringan teroris.

Saat penangkapan itu, kata dia, Densus 88 datang ke rumah kontrakanya untuk menggeledah, setelah suaminya DS (24) ditangkap, saat perjalanan menuju sekolah, tempat kerjanya. “Saya ikut ke rombongan polisi itu keinginan saya, karena ingin ketemu dengan suami. Jadi, saya kemarin bukan ditangkap dan saya tidak punya kaitan apa-apa dengan teroris,” katanya.

DK mengatakan saat peristiwa itu, dia dibawa ke Mapolres Cianjur dan kembali pulang ke rumah kontrakanya sekitar pukul 21:00 WIB di antar oleh polisi. “Saya dibawa ke Polres, saya tidak ketemu dengan suami, karena kata polisi suami saya dibawa ke Jakarta,”katanya.

Menurutnya, saat ini harus menunggu selama delapan hari, untuk mendapat kepastian suaminya, akan lanjut dipores atau bisa pulang. “Sebelum ada kepastian saya akan tinggal dulu di kontrakan ini, dan jika suami lanjut di proses saya, akan keluar dari rumah ini karena tidak ada biaya untuk bayar kontrakan,”ujarnya.

Sementara itu, ketua RT 03 Suryadi mengatakan, beberapa saat setelah DK dan DS ditangkap, dia diminta datang ke Mapolres Cianjur untuk menandatangani barang bukti yang diamankan. Namun, setelah pulang dari Mapolres, DK sudah kembali ada di rumah kontrakanya. “Saya juga kaget mendengar kabar bahwa DK sudah pulang,” katanya.

Mendengar kabar itu, Suryadi lantas menyambangi rumah kontrakan yang ditempati DK. “DK ngomong ke saya katanya malu, bahkan orang tuanya di Bandung Barat juga telah mengetahuinya,” kata Suryadi.

(dil)