Kembali Bersaing di Pilkada Cianjur, Suranto Gunakan ‘Perahu’ Gerindra

Suranto saat mendaftar ke DPC Gerindra Cianjur.

RADARCIANJUR.com – dr Suranto telah kembali. Lima tahun berlalu sejak ia mencalonkan diri sebagai calon bupati Cianjur periode 2014-2019. Namanya makin jarang terdengar. Kemarin, Wakil Bupati dalam dua periode sebelumnya ini mendatangi Kantor DPC Gerindra Cianjur untuk mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon bupati menggunakan perahu Gerindra.

Dengan ciri khas senyuman dan nada suara yang lembut, Suranto mengenakan baju batik berwarna jingga serta celana hitam datang ke Kantor DPC di Jalan Dr Mawardi, Panembong, Cianjur sekitar pukul 20:00 WIB.

Nyatanya, Suranto memang enggan berpaling dari partai dengan logo kepala burung garuda yang dulu pernah turut mendukungnya saat menjadi kandidat di pemilihan kepala daerah (Pilkada) lima tahun lalu itu. Kembalinya mantan wakil bupati ini dalam perhelatan Pilkada 2020 karena ia ingin melakukan pembenahan Kabupaten Cianjur terlebih dalam aparatur pemerintahannya.

“Saya sudah pengalaman jadi wakil, sudah pengalaman jadi wakil. Tapi melihat pembangunan di Cianjur masih kurang, maka kita ingin membenahi Cianjur terlebih dalam pemerintahannya dan kita bebersih,” ujar dr Suranto.

Baginya, tak akan ada partai lain yang dilirik. Pasalnya, kedekatan secara intim. Lanjutnya, ini seperti nostalgia dan kembali berjuang bersama-sama.

Namun, mekanisme kedepannya diserahkan ke pihak partai perihal koalisi dengan partai yang akan dipilih. “Saya hanya ke Gerindra dan akan tetap, serta kedepannya tergantung ke partai. Posisinya bupati, masa dulu wakil mau jadi wakil lagi?,” paparnya seraya tertawa.

Deadline yang ditetapkan DPC Gerindra Cianjur benar-benar membuat sejumlah tokoh berbondong-bondong mendatangi kantor DPC. Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur, Oting Zaenal Mutaqin juga kedapatan tengah mengembalikan formulir pendaftaran.

Kedatangannya turut didampingi kurang lebih 10 orang sekitar pukul 16.00 WIB. Dengan menggunakan kemeja berwarna krem yang turut disambut oleh sejumlah pengurus DPC Partai Gerindra Kabupaten Cianjur. Kedatangannya tersebut menegaskan bahwa Oting sudah siap untuk maju di pesta demokrasi 2020.

“Hari ini (kemarin, red) selepas bekerja datang, saya tidak mengambil waktu tidak pada siang hari dan tidak mengganggu waktu kerja. Kedatangan saya mendaftar karena Allah SWT semoga meridoi niat saya untuk menjadi bupati Cianjur karena semata-mata untuk mengangkat perekonomian masyarakat kecil,” ujar Oting.

Ia menjelaskan, dirinya memilih Partai Gerindra dikarenakan pendaftaran lebih dulu dibuka dibanding dengan partai lain. Namun, dirinya pun akan mendaftar ke partai politik lainnya. Saat ini, ia enggan menyebutkan partai mana yang akan disambangi selanjutnya.

Baginya, saat ini masih terlalu prematur untuk mengungkapkan hal tersebut. Jika ada pendaftaran akan melakukan pendaftaran. “Kalau harus memilih, semua juga dipilih dan dilirik. Yang paling pertama buka kan Gerindra, cuma yang lain tidak disebutkan sekarang masih prematur,” ungkapnya.

Ketika disinggung untuk head to head dengan pihak petahana, dirinya pun harus siap dengan siapapun kandidatnya. Pasalnya, berbagai partai pun turut mendukungnya seperti PAN, Demokrat dan Golkar.”Ini bukan masalah head to headnya, dengan siapapun kita akan berhadapan kalau mencalonkan. Bukan cuman pak Herman, semua yang mencalonkan jadi bupati akan berhadapan dengan kita dan kita siap dong,” paparnya seraya tersenyum.

Selain Oting, tiga balon bupati Cainjur mengembalikan formulir pendaftaran ke DPC Partai Gerindra Kabupaten Cianjur (15/11) pukul 14.30 Wib. Ketiga balon tersebut diantaranya drh Cecep Muhamad Wahyudin, H Dadeng Saepudin dan Asep Kurnia Jaya.

Drh Cecep Muhamad Wahyudin mengatakan, dengan mengembalikan formulir pendaftaran pencalonan Bupati Cianjur ke DPC Partai Gerindra Kabupaten Cianjur, itu menandakan bahwa dirinya serius untuk menjadi balon bupati dari Partai Gerindra. “Ini merupakan keseriusan saya, namun kita hanya bisa ikhtiar,” pungkasnya.

Di sisi lain sebelum mendaftar ke Partai Gerindra, Drh Cecep Muhamad Wahyudin juga sempat mendaftar ke PDIP, jika ke depan dirinya mendapat kepercayaan yang sama dari kedua partai tentu ia harus meninggalkan salahsatu partai yang telah mempercayainya. “Ya namanya juga politik, harus selalu siap dengan konsekuensinya,” kata Cecep.

Sementara itu H Dadeng Saepudin dan Asep Kurnia Jaya turut mendaftar ke DPC Partai Gerindra menjadi satu paket, dimana Dadeng Saepudin daftar sebagai balon bupati sementara Asep Kurnia Jaya daftar sebagai balon wakil bupati.

Asep KJ mengatakan, dirinya beserta Dadeng Saepudin hanya mendaftar ke partai Gerindra dan tidak akan pernah daftar ke partai manapun.

“Saya tidak akan seperti balon lain, saya hanya daftar ke Gerindra,” ungkapnya.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Cianjur, Dedi Kosim dalam pendaftatan balon bupati ini DPC sifatnya hanya sebatas memberi rekomendasi ke DPD hingga selanjutnya dilaporkan ke DPP.

“Keputusanya ada di DPP, DPC hanya sebatas memberikan rekomendasi,” paparnya.
Sementara itu, berdasarkan info yang diperoleh, sejumlah nama kawakan di Cianjur sudah mengambil formulir pendaftaran ke Gerindra. Mereka antara lain, Herman Suherman, Hedi Permadi Boy, Abah Ruskawan dan Iwan Rio. Menyusul nama lainnya ada Hendang Purnamasari, Susanto, Puspito, Sudaryo dan Habib Mustofa.

(kim/dil)