Tujuh Pabrik AQUA Terima Penghargaan Dari Gubernur Jabar

RADARCIANJUR.com – Tujuh pabrik Danone-AQUA di Jawa Barat menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, atas konsistensi Perusahaan dalam menjalankan program-program tanggung jawab sosial dan lingkungan. Penyerahan penghargaan dilakukan bersamaan dengan peresmian bersama proyek-proyek CSR Jawa Barat yang telah dijalankan sepanjang 2018 – 2019.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyerahkan penghargaan kepada perwakilan dari tujuh Pabrik Danone-AQUA, yaitu dari Bekasi, Citeureup, Ciherang, Mekarsari, Babakan Pari, Cianjur, dan Subang. Selain ketujuh penghargaan tersebut, Danone-AQUA juga menerima penghargaan khusus sebagai perusahaan yang secara konsisten melaksanakan program-program CSR secara berkesinambungan di Jawa Barat. Penghargaan khsusus tersebut diterima secara langsung oleh VP General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto.

Adapun program-program Danone-AQUA yang memperoleh penghargaan dari Gubernur Jawa Barat, yakni Pabrik AQUA Bekasi melalui program Akses Air Bersih Untuk Masyarakat Berbasis Konservasi Sumber Daya Air di Desa Cibogo, Pasirjaya, Cigombong, Kabupaten Bogor, Pabrik AQUA Ciherang melalui program WASH (Penyediaan Sarana Air Bersih dan Edukasi STBM) Bumi Hade, Kampung Balandongan, Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Pabrik AQUA Mekarsari dengan program Konservasi Berbasis SWAT (soil water assessment tools) dan Jasling (Jasa Lingkungan) di Desa Kuta Jaya, Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Selanjutnya, Pabrik AQUA Babakan Pari dengan program Penyediaan Akses Air Bersih dan Sanitasi Lingkungan di Kampung Nangka Berit, Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Pabrik AQUA Subang melalui program Penyediaan Sarana Air Bersih dan Edukasi STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat — WASH) di Kampung Cipondoh, Pasanggrahan, Kasomalang, Kabupaten Subang, Pabrik AQUA Cianjur dengan program Taman Kehati di Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, dan Pabrik AQUA Citeureup melalui program Taman Kehati Lido di Desa Ciburuy, Cigombong, Kabupaten Bogor dan program Penyelamatan dan Konservasi Situ Tlajung Udik di Desa Tlajung Udik, Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Ridwan Kamil menyampaikan, pihaknya memberikan apresiasi kepada perusahaan yang telah berkontribusi dan berhasil menjalankan program kegiatan CSR-nya yang sejalan dan selalu bersinergi dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Tim Fasilitas CSR Jabar.

“Kegiatan-kegiatan CSR itu tentu saja menjadi investasi sosial dari berbagai perusahaan. Saat ini Provinsi Jawa Barat terus giat membangun infrastruktur dalam skala besar. Investasi pun terus berkembang dan bahkan Jawa Barat merupakan destinasi investasi nomor satu di Indonesia,” kata Kang Emil, dikutip dalam keterangan tertulis yang diterima Radar Cianjur, (18/11).

Kang Emil mengungkapkan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, pemerintah tidak boleh mempersulit investasi di berbagai daerah. Maka, lanjut dia, Provinsi Jawa Barat membuka pintu selebar-lebarnya untuk pengembangan berbagai sektor bisnis.

“Untuk itu kita perlu secara bersama-sama menjaga agar situasi dan kondisi di Jawa Barat tetap kondusif. Salah satunya adalah melalui pengembangan kegiatan CSR di berbagai daerah di Jawa Barat, sehingga kita semua dapat tumbuh dan berkembang bersama-sama,” imbuhnya.

Vera Galuh Sugijanto menjelaskan, pabrik-Danone-AQUA di Jawa Barat menjalankan kegiatan operasionalnya dengan konsep ramah lingkungan yang menitikberatkan pada prinsip keberlanjutan.

“Prinsip keberlanjutan dalam melaksanakan usaha didasarkan pada visi yang diemban Danone-AQUA
“One Planet One Health” melalui suatu pemahaman bahwa kesehatan masyarakat dan kesehatan bumi memiliki hubungan yang sangat erat,” ujar Vera.

Untuk menjaga agar bumi sehat dan lestari, selanjutnya Danone-AQUA menerapkan Planet Sirkular dalam operasionalnya, yaitu sirkular kemasan, sirkular air, dan sirkular karbon. Sirkular kemasan dijalankan melalui penggunaan kemasan ramah lingkungan dan pengelolaan sampah plastik; sirkular air diimplementasikan melalui pengelolaan dan konservasi sumber daya air secara terpadu; dan sirkular karbon diwujudkan melalui kebijakan kenetralan karbon yang dicapai melalui pengurangan emisi karbon dan efisiensi energi.

“Semua itu terangkum dalam konsep pabrik ramah lingkungan dengan menjalankan program Blue Operations di semua pabrik Danone-AQUA di Jawa Barat,” kata Vera.

Lebih jauh mengenai sirkular kemasan, Danone-AQUA mencanangkan gerakan #BijakBerplastik sebagai komitmen kami untuk mewujudkan Indonesia yang lebih bersih dan mendukung tujuan pemerintah Indonesia untuk mengurangi 70 persen sampah di lautan pada 2025. Gerakan ini fokus kepada tiga aspek inti yaitu: edukasi kepada konsumen, inovasi kemasan produk, dan pengembangan infrastruktur pengumpulan sampah plastik.

Melalui #BijakBerplastik Danone-AQUA ingin mencapai ambisi pada 2025 untuk mengumpulkan lebih banyak plastik daripada yang perusahaan gunakan, untuk menggunakan 100 persen kemasan yang dapat didaur ulang, dapat digunakan kembali ataupun dapat terurai, serta untuk meningkatkan penggunaan materi daur ulang dalam botol menjadi 50 persen. Sebagai bagian dari pilar inovasi kemasan produk AQUA juga baru saja meluncurkan AQUALIFE, botol air pertama di Indonesia yang terbuat dari 100 persen plastik daur ulang dan dapat didaur ulang.

Perlu diketahui bersama bahwa prinsip #BijakBerplastik bukan gerakan baru untuk Danone-AQUA. AQUA telah menjadi pionir dalam memulai gerakan daur ulang kemasan di Indonesia. Sejak 1983, perusahaan telah menawarkan hidrasi sehat kepada jutaan masyarakat Indonesia melalui air minum dalam kemasan galon yang dapat digunakan kembali dan didaur ulang. Dengan produk galon, 70 persen dari bisnis Danone-AQUA sudah sepenuhnya sirkular. Melalui “AQUA Peduli” pada 1993, AQUA memulai langkah awal menuju model pengemasan yang lebih sirkular dengan gerakan pengumpulan kemasan botol plastik air miinum. Saat ini, perusahaan dapat mengumpulkan 12 ribu ton plastik setiap tahunnya melalui 6 recycling business unit di berbagai lokasi di Indonesia.

“Perusahaan ini lahir dan besar di Indonesia dan kami berjuang untuk kebaikan bagi bangsa ini, termasuk di Jawa Barat. Tujuan yang besar ini tentunya tidak dapat diraih hanya dengan satu atau dua orang saja, melainkan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Untuk itu saya mengajak seluruh pihak untuk terus berkolaborasi dalam mengalirkan kebaikan,” pungkasnya.

(dil)