DPRD Cianjur Minta Honorer Digaji UMR

RADARCIANJUR.com – Peran guru semakin sangat strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Meski demikian, masih banyak permasalahan yang dihadapi guru yang belum terselesaikan. Salah satunya status guru yang masih berstatus K2 dan Honorer.

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Cianjur, Prasetyo mengatakan, saat ini di Kabupaten Cianjur ada sekitar 1.232 Sekolah Dasar, 151 SMP dan sekitar 9.230 guru honorer dan sekitar 3.000 berstatus K2.

“Pendidikan adalah komponen utama untuk peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Apalagi di tahun 2020 Pemkab Cianjur menganggarkan Rp1064 miliar dengan Rp995 miliar untuk belanja pegawai dan Rp69 miliar belanja modal dengan target pertumbuhan 0,2 poin,” kata Prasetyo, Senin (25/11).

Prasetyo menyebut, Fraksi Gerindra telah mengusulkan ke Pemerintah Kabupaten Cianjur agar guru yang berstatus K2 diangkat menjadi P3K. Hal itu mengingat Kabupaten Cianjur sangat kekurangan jumlah guru.

“Untuk yang berstatus honorer agar diberikan gaji yang layak sesuai UMR, sehingga tidak ada lagi guru honor yang digaji Rp200 ribu per bulan,” ujarnya.

Ia menyebut, pengangkatan guru honorer jadi PNS masih diwarnai praktik KKN. “Selain itu juga masalah penempatan guru masih terjadi banyak masalah sehingga tidak meratanya jumlah guru di tiap wilayah, terutama daerah yang terpencil,” katanya.

(dil)