Warga Desa sukasari Keluhkan Keberadaan Bank Emok

Ketua DPRD Cianjur Ganjar Ramadhan, saat melakukan reses di Desa Sukasari. Foto Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Sejumlah keluhan disampaikan warga Desa sukasari kepada Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Ganjar Ramadhan, dalam reses yang digelar di aula desa setempat, Senin (2/12).

Salah satu yang cukup dikeluhkan warga adalah keberadaan rentenir yang biasa disebut warga Bank Emok. Warga menyebut, Bank Emok sudah sangat meresahkan.

Salah seorang Ketua RT setempat, Lili Sobari (45) mengungkap, tak sedikit warganya yang berurusan dengan rentenir itu. “Ada sekitar 20 orang yang menggunakan jasa Bang Emok, itu di wilayah saya saja, satu RT saja,” ungkapnya.

Lili menyebut, rentenir menjadi satu-satunya solusi warga yang ingin mendapatkan modal usaha. Ditambah, minimnya pengetahuan masyarakat soal pinjaman di bank.

Pada akhirnya, kondisi tersebut yang dimanfaatkan oleh para rentenir itu untuk mencari mangsa. Di sisi lain, kas RT yang dimiliki pun sangat terbatas.

“Tidak cukup untuk memberikan modal usaha kepada warga. Akhirnya banyak yang terlilit utang ke Bank Emok,” tuturnya.

Masalah lain yang diungkap adalah sulitnya warga mendapatkan pekerjaan. Padahal, pembangunan infrastruktur yang cukup gencar saat ini, semestinya diikuti dengan tersedianya lapangan pekerjaan.

“Seharusnya ada perbaikan ekonomi, karena investasi melihat iklim di lokasi. Saya melihat masih ada preman meresahkan karena tak punya pekerjaan,” kata Lili.

Ia juga berharap, perusahaan di Cilaku agar mengutamakan masyarakat setempat untuk dipekerjakan. Ia mengeluh, selama ini, banyak pekerja yang ternyata diambil perusahaan dari luar Cilaku.

“Koordinasi hanya dilakukan saat awal saja oleh semua perusahaan, ke sininya jalan sendiri tidak melibatkan lagi warga sekitar,” keluhnya.

Menanggapi keluhan itu, Ginanjar menyebut DPRD Kabupaten Cianjur saat ini tengah membahas formulasi penanggulangan pengangguran di Cianjur.

“Apakah nanti ada investor atau bagaimana akan kami pikirkan. Terpenting jangan sampai setelah lapangan kerja dibuka, jangan ada pungli,” tegasnya.

Terkait banyaknya praktik rentenir, Ginanjar berjanji akan menyampaikan hal ini kepada dinas-dinas terkait untuk pengembangan UMKM di sampai ke tingkat RT/RW.

“Untuk menghindari Bank Emok tentu perekonomian rakyat harus kuat,” pungkasnya.(dil)