Warga Gadog Keluhkan Tempat Pembuangan Sampah Ilegal

Tempat pembuangan sampah ilegal di Desa Gadog

RADARCIANJUR.com – Kesadaran masyarakat tentang kebersihan tampaknya masih cukup rendah. Seperti yang terlihat di Kampung Sukamaju RT 01 RW 05, Desa Gadog, Kecamatan Pacet.

Di salah satu titik di tepi ruas jalan itu menjadi tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal. Tumpukan sampah pun menjadi pemandangan sehari-hari.

Rahmat, seorang pengendara menuturkan, tumpukan sampah di lokasi itu sudah menggunung. Hal itu jelas sangat menganggu kenyamanan warga sekitar.

Belum lagi, tumpukan sampah itu menimbulkan bau setiap kali melintas. Sampahnya juga beragam. Mulai dari plastik, sayur mayur dan berbagai sampah rumah tangga lainnya.

“Saya mengeluh karena disitu jadi tempat pembuangan sampah akhir yang ilegal,” kata dia.

Kendati ilegal, namun warga tetap saja membuang sampah di lokasi itu. Padahal lokasi itu bukanlah tempat pembuangan sampah. “Apalagi kalau turun hujan membuat bau yang sangat menyengat,” ujarnya.

Karena itu, kondisi tersebut harusnya menjadi perhatian serius dari pemerintah setempat serta dinas terkait. Jangan sampai tumpukan sampah tersebut dibiarkan tanpa ada penanganan.

Menurutnya, tempat pembuangan sampah tersebut sudah hampir setengah tahun digunakan untuk TPA ilegal. Padahal, seharusnya sampah yang ada di desa tersebut dibuang ke TPA Cianjur.

“Saya ingin tempat tersebut jadi tempat yang sesuai fungsinya. Yakni lahan terbuka hijau bagi warga. Bukan dijadikan TPA,” ujarnya.

Hal yang sama juga dituturkan Ridwan. Ia merasakan betul bau menyengat yang ditimbulkan tumpukan sampah itu. “Iya, tiap hari aktivitas kan lewat sini. Jadi selalu bau,” ungkapnya.

Ia berharap, pemerintah setempat tidak tinggal diam dan secepatnya menanganinya. “Kesannya itu kan jadi jorok dan kotor. Malu sama wisatawan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta masyarakat sadar bahwa membuang sampah sembarangan adalah hal yang jelas merugikan bagi semua. “Sudah bau, pemandangan jadi jelek, terus kan sudah ada tempat buang sampah sendiri. Kalau sembarangan ini kan jadi penyakit,” pungkasnya.(dan)