Tanggungjawab Pemerintah, Logistik Istana KSJ Andalkan Donatur

RADARCIANJUR.com – Kebutuhan logistik para penerima manfaat di Istana Kesehatan Sehat Jiwa (KSJ), selama ini masih mengandalkan donasi tak terikat dari berbagai pihak.

Sekretaris Lembaga Kesejahteraan Sosial Istana KSJ Jajang Rahmat menyatakan, kebutuhan tersebut seperti sembako, pakaian, maupun kebutuhan lainnya, sampai saat ini memang bisa dibilang cukup terpenuhi.

“Kami sangat bersyukur, semua yang ada di KSJ ini tidak sampai kekurangan, apalagi masalah makan sehari hari. Karena donatur yang selama ini bantu kami, bukan karena ada kepentingan, tetapi murni bantu ke Istana KSJ,” ujarnya, Jumat (13/12).

Jumlah penerima manfaat di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Istana KSJ ini semakin hari semakin bertambah. Tercatat ada sekitar 86 orang perempuan dan laki-laki serta pengurus.

Jajang menjelaskan, pihaknya selama ini menangani tiga jenis pasien, yakni orang yang pasung fiktif, psikotik gelandangan atau terlantar, dan titipan keluarga.

“Yang paling dominan masih orang yang diambil dari gelandangan dan pasung. Selebihnya dari titipan keluarga. Perbandingannya dua berbanding satu,” jelasnya.

Sampai saat ini, sambungnya, Istana KSJ masih belum mendapatkan perhatian dari pemerintah. Karena itu, pihaknya berharap kepada pemerintah melalui dinas terkait, agar bisa ikut memikirkan penanganan para penerimaa manfaat yang tengah menjalani perawatan.

Kondisi tanpa campur tangan Pemkab Cianjur itu, cukup disesalkan pihaknya. Semestinya, masalah sosial ini juga menjadi tanggungjawab pemerintah setempat.

“Ini kan masalah sosial. Justru kami hanya membantu pemerintah, bahwa di Cianjur ini ada yayasan yang mau peduli ODGJ. Walaupun kebanyakan stigma ODGJ ini cukup memprihatinkan,” tuturnya.

Kendati demikian, pihakya tetap berusaha dan terus berkoordinasi dengan dinas terkait dalam penanganan ODGJ di Cianjur. “Karena bagaimanapun ketika ada perlu secara pemerintahan, tetap saja kami koordinasinya ke dinas terkait,” tukasnya.(dan)