Hujan Deras, Cipanas Dilanda Banjir

DRAINASE BURUK: Hujan deras yang mengguyur kawasan Cipanas membuat sejumlah ruas jalan tergenang air setinggi betis orang dewasa. FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Hujan deras yang mengguyur kawasan Cianjur Utara selama satu jam kemaren sore menyebabkan sejumlah jalan protokoler di wilayah Cipanas terendam banjir hingga 30 sentimeter atau setinggi betis orang dewasa. Bahkan luapan kali dan drainase di sepanjang jalan pertokoan Cipanas membuat sejumlah kendaraan terendam.

Berdasarkan informasi yang didapat Radar Cianjur, banjir mulai menggenangi sejumlah jalan protokoler dan pertokoan tersebut menjelang magrib. Dimulai dari Jalan Raya Cipanas yang tergenang setinggi 50 sentimeter, serta depan pertokoan. “Begini (banjir) dari jam setengah enam sore. Di mana-mana hujan gede, jadi sungai dan drainase di sepanjang jalur Cipanas dan pertokoan meluap ke jalan,” tutur Epul salah seorang warga yang sekaligus pedagang kaki lima, Rabu (18/12).

Ia mengaku, hal ini sudah biasa terjadi bila hujan deras dengan intens besar dengan waktu yang cukup lama. Terlebih sudah masuk musim hujan. Warga sudah paham drainase di sini kurang baik. “Jadi biasanya air langsung terus naik dan besar. Bahkan suka masuk juga ke toko-toko disini,” ujarnya.

Sementara itu Anggun (32), warga Cipanas mengaku, dirinya yang sedang menunggu hujan reda sangat khawatir. Motor yang diparkirnya akan terendam air. “Iya, airnya terus besar kang. Mesin motor pun hampir saja terendam, jadi saya harus buru-buru menyelamatkannya dan menaikan ke atas depan pertokoan,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, banjir terjadi sekitar pukul 17.45 WIB sebelum magrib hingga 19.00. Jika hujan besar dan lama, sering terjadi banjir ke dalam toko. “Tahun ini baru pertama kali saya melihat banjir hingga ke dalam pertokoan. Tahun lalu juga pernah, itupun di bulan Desember,” bebernya.

Ia pun berharap, pembuangan air di wilayah Cipanas bisa lebih diperhatikan dan segera ada perbaikan. “Yang terpenting warga bisa sama-sama tidak buang sampah sembarang. Serta ada perbaikan dari pemerintah,” kata dia.

Sementara itu, masyarakat Jawa Barat (Jabar) diminta untuk meningkatkan kewaspadaan bencana saat ini. Pasalnya, hujan lebat disertai angin akan terus terjadi hingga Februari 2020.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, puncak musim hujan akan terjadi pada Januari-Februari 2020. Kepala BMKG Bandung, Toni Agus Wijaya mengatakan, meski sudah memasuki musim hujan namun hujan belum merata setiap hari.

Menurutnya, hujan yang tidak merata di semua hari ini termasuk dalam karakter cuaca. Sebagai contoh, hujan akan terkumpul di hari dan wilayah tertentu di Jabar. “Yang kemaren-kemaren kan hujan sangat lebat. Hujan terkumpul di satu hari. Hampir seluruh wilayah di Jabar hujan,” ujarnya kepada Radar Cianjur, tadi malam.

Selama beberapa pekan ke depan, lanjutnya, curah hujan akan jauh lebih tinggi. Pada per dasarian atau 10 hari bisa melebihi dari 100 milimeter per jam. “Jadi curah hujan tinggi. Kemudian ada potensi hujan lebat yang satu harinya itu bisa 50 milimeter per jam,” tuturnya.

Selain hujan, potensi angin kencang juga akan sering terjadi. “Misalkan sehari, dua hari cerah, hari ketiga hujan lebat. Umumnya kalau terjadi seperti itu, ada jeda hujan di musim hujan. Nah kalau hujan setelah hari sebelumnya panas, itu akan ada angin kencang. Kecepatannya bisa lebih dari 45 kilometer per jam,” papar Toni.

Ia menjelaskan, dengan adanya potensi-potensi pada musim hujan dan puncak musim hujan, potensi bencana juga diprediksi bakal terjadi. Bencana yang akan terjadi mulai dari longsor hingga banjir.

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada masyarakat agar lebih waspada. Dia mengimbau masyarakat sudah mulai memperhatikan lingkungan sekitar sehingga tidak menjadi korban bencana alam.

Baginya, bencana akibat air hujan bisa dikurangi. Misalnya banjir, dapat diantisipasi dengan membersihkan saluran air. Longsor dengan cara antisipasi dini mendeteksi ada gejala-gejala retakan tanah atau perbukitan. “kalau angin kencang kita bisa antisipasi dengan merapihkan pohon rimbun,” ungkapnya. (dan/yaz)