TPID Sidak Pasar Induk Cianjur, Awasi Penimbun Pangan

SIDAK: Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cianjur melakukan pemantauan ke Pasa Induk Cianjur menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Cianjur menggelar inspeksi mendadak di Pasar Induk Cianjur (PIC) dan Pasar Muka. Hal itu sebagai langkah antisipasi kenaikan harga komoditi pangan yang kerap terjadi selama perayaan Natal dan Tahun Baru.

Selain itu, TPID juga mengecek ketersediaan komoditi pangan serta harga-harga terbaru. Didapati, kenaikan dialami komoditi cabe sejak beberapa hari lalu.

Turut dalam sidak tersebut, Kepala Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian (Diskoperindagin) Kabupaten Cianjur Tohari Sastra, Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Prianto dan perwakilan dari Bulog Divre III Cianjur.

Diskoperindagin Kabupaten Cianjur, Tohari Sastra menyebut, dari hasil sidak tersebut, komoditas cabe mengalami kenaikan antara 30 sampai 40 persen.

“Kenaikan hanya pada cabai merah, sebelumnya Rp35 ribu dan sekarang jadi Rp40 ribu. Untuk yang lainnya tidak ada,” ujarnya di sela-sela sidak di PIC, Rabu (24/12).

Tohari juga menyatakan, bahwa stok komoditi pangan seperti beras, berdasarkan informasi dar Bulog Divre III Cianjur, dinyatakan aman.

“Kalau stok beras, informasi dari pihak bulog itu aman sampai dengan tahun baru nanti,” ungkapnya.

Sementara, Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto mengatakan, pihaknya memfokuskan kepada pengamanan pasar agar bebas dari aksi premanisme atau pemalak yang meminta uang kepada para pedagang.

“Kalau dari kami memastikan tidak ada aksi premanisme (pemalak) yang minta kepada pedagang, kita pastikan tidak ada. Jika memang menemukan, segera laporkan kepada kami,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga memfokuskan pada pengamanan pasokan komoditi pangan sehingga ketersediaan dan harga tetap stabil meski berbarangan Natal dan Tahun Baru.

Karena itu, perwira Polri asal Sidoarjo, Jawa Timur ini menyatakan, tidak akan segan-segan memberikan tindakan tegas kepada para oknum penimbun komoditi pangan.

Pasalnya, aksi penimbunan demi keuntungan pribadi itu, selain merugikan pedagang, juga jelas merugikan masyarakat.

“Kami ingin membantu pedagang dan masyarakat agar tidak ada permainan harga. Selain itu kami pastikan tidak ada penimbunan bahan sembako yang dikeluarkan pada Natal dan Tahun Baru. Jika ada akan kita tindak,” tegasnya.(kim)