Hutan Lindung Cagar Alam Gunung Simpang, Masih ‘Perawan’ dan ‘Harta Karun’ untuk Anak-Cucu

Hutan Lindung Cagar Alam Gunung Simpang

RADARCIANJUR.com – Cianjur selatan tak pernah kehabisan menawarkan eksotisme alamnya. Salah satunya adalah kawasan Hutan Lindung Cagar Alam Gunung Simpang. Kawasan yang berada di dua kecamatan, yakni Cidaun dan Naringgul itu bukan saja layak dikunjungi. Tapi juga menjadi salah satu hutan di Jawa Barat yang kondisinya masih utuh atau ‘perawan’.

LAPORAN: Jajang A Sugiarto, NARINGGUL

Cianjur harus berbangga memiliki karunia alam yang cukup luar biasa melimpah. Mulai dari ujung utara sampai selatan. Mulai dari agrowisata, hutan sampai laut di pesisir selatan.

Salah satu yang masih utuh atau cukup ‘perawan’ adalah Hutan Lindung Cagar Alam Gunung Simpang, yang juga menjadi salah satu hutan dengan kondisi masih utuh di Jawa Barat.

Kawasan Hutan Cagar Alam Gunung Simpang sendiri adalah kawasan hutan konservasi yang termasuk ke dalam Kawasan Suaka Alam. Fungsi kawasan ini sebagai penyangga kehidupan. Cagar Alam Gunung simpang pengelolaan serta pengawasannya berada di Resort Simpang, Balai Besar KSDA Jabar.

Selain masih utuh, Cagar Alam Gunung Simpang sendiri merupakan salah satu hutan konservasi yang masih sangat alami dan memiliki keanekaragaman hayati yang berlimpah, baik alamnya maupun kekayaan flora dan faunanya.

Keanekaragaman hayati di dalam kawasan hutan yang masih terjaga sebagai sirkulasi rantai makanan baik dan keseimbangan ekositem di kawasan hutan.

Kepala Resort BKSDA Gunung Simpang, Meri Juanda (33) selaku menjelaskan Kawasan Hutan Cagar Alam Gunung Simpang memiliki luasan lahan mencapai 14.756,20 Ha yang sudah ditetapkan berdasarkan keputusan Menteri Kehutanan SK.5756/menhut-VII/KUH/2014.

“Dengan luasan kawasan hutan tersebut masyarakat Cianjur selatan harus bangga memiliki kawasan hutan yang masih utuh kealamiannya,” kata Meri.

Hutan sendiri memiliki banyak manfaat bagi masyarakat dan kehidupan. Seperti lahan serapan air, penghasil oksigen bersih, pencegahan erosi tanah, longsor atau kekayaan alam lainnya.

“Apalagi di sini alamnya masih ‘perawan’. Yang jelas sangat eksotis. Flora dan fauna beragam, juga banyak air terjung indah,” terang dia.

Dengan lahan yang cukup luas tersebut, pihaknya memiliki keterbatasan jumlah pegawai dan petugas lapangan. Karena itu, pihaknya mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kekayaan hayati Cagar Alam Gunung Simpang.

“Selama ini kami bekerjasama dengan semua pihak untuk sama-sama menjaga. Juga koramil, polsek dan muspika setempat,” tuturnya.

Dengan kekayaan dan potensi besar serta ‘keperawanan’ kawasan tersebut, kawasan itu bisa menjadi warisan besar bukan saja untuk anak-cucu, tapi juga kepada dunia.

“Jadi, mari kita pertahankan kekayaan alam di Cagar Alam Gunung Simpang ini sebagai harta karun yang tak ternilai harganya,” pungkasnya.(*)