Kejari Cianjur Kaji TPS3R Terbengkalai

TPS3R Terbengkalai

RADARCIANJUR.com – Kejaksaan Negeri Cianjur akan mengecek Tempat Pembuangan Sampah Reuse Reduce Recycle (TPS3R) bantuan pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Fasilitas pengolahan sampah senilai Rp550 juta di Kampung Maleber, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet itu kini terbengkalai dan tak beroperasi. Selain itu, juga digunakan garasi mobil.

Kajari Cianjur Yudhi Syufriadi mengaku, pihaknya sudah menerima laporan adanya polemik di masyarakat terkait keberadaan bangunan dimaksud.

“Saya sudah mendengar ada warga pro kontra juga mengenai keberadaan TPS3R tersebut,” katanya, Selasa (31/12).

Yudhi mengatakan akan memerintahkan seksi pidana khusus untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Pasalnya, fasilitas itu dibangun dengan menggunakan anggaran negara.

“Awal tahun ini kami akan cek ke sana, sebelumnya kami juga pernah mendengar hal tersebut,” tuturnya.

Sementara, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Cianjur, Tjut Zelvira Nofani mengatakan hal senada. “Tidak bisa buru-buru. Pertama mungkin kami akan cek lokasi terlebih dahulu,” jelasnya.

Untuk diketahui, sejak selesai dibangun, bangunan TPS3R tak beroperasi dan beralih fungsi menjadi garasi mobil milik warga.

Beberapa bagian bangunan sudah rusak seperti asbes atap yang hancur, jendela pecah, dan meubel kursi dan meja yang berdebu.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur, Sugeng mengatakan, sepengetahuannya untuk pengelolaan TPS3R diserahkan kepada pihak kecamatan.

“Iya sepengetahuan saya bantuan tersebut dibangun di Sindangbarang dan Pacet. Sindangbarang sudah diserahterimakan ke pihak kecamatan, kalau Pacet nanti saya lihat dulu,” katanya, Kamis (26/12).

DLH, lanjutnya, dala hal ini hanya melakukan pembinaan sedangkan pengelolaan di kecamatan. “Tinggal kami kembalikan lagi ke kecamatan apakah bisa atau tidak. Kami bukan lempar permasalahan,” terangnya.

Sementara, Kabid Sampah DLH Kabupaten Cianjur, Sumarna mengakui jika bahwa pengawasan yang dilakukan pihaknya kurang optimal sejak. “Saya akui memang kurang pengawasan, saya akan ke sana lagi langsung terjun mungkin awal Januari,” ujar Sumarna.

Pihaknya juga berjanji akan berkomunikasi lagi pihak kecamatan yang menerima bantuan provinsi tersebut. “Memang sesuai dengan fungsinya TPS3R untuk menghindari gelombang sampah terlalu banyak ke TPA Pasirsembung,” katanya.(dil)