Polisi Tangkap 10 Calo e-KTP di Disdukcapil Cianjur

RADARCIANJUR.com – Peringatan dan ancaman Plt Bupati Cianjur Herman Suherman agar tidak ada lagi praktik percaloan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) sepertinya tak pernah dianggap.

Pasalnya, aparat kepolisian mengamankan 10 orang calo e-KTP yang selama ini beroperasi di kantor Disdukcapil, Jumat (3/1). Padahal, peringatan dan ancaman Herman itu disampaikan langsung sehari sebelumnya atau Kamis (2/1).

Saat itu, Herman melakukan sidak ke Kantor Disdukcapil di Jalan Raya Bandung. Herman mengaku, dirinya kerap menerima adanya praktik percaloan melalui media sosial.

Herman bahkan sampai mengancam akan memecat pegawai Disdukcapil jika kedapatan terlibat dalam praktik percaloan.

Kesepuluh orang calo itu diantaranya AF (35), AE (53), ED (48), NR (46), IR (56), AW (62), SK (58), US (40), DW (40), dan AR (44). Mereka ditangkap anggota Polsek Karangtengah yang menggelar razia sejak pagi hingga siang.

Berdasarkan pemeriksaan dan pengakuan para calo tersebut, diketahui mereka mendapat keuntungan Rp50 ribu atau lebih untuk setiap pengurusan per keping e-KTP.

Kapolsek Karangtengah, Kompol Sri Widodo melalui Paur Subag Humas Polres Cianjur Ipda Budi Setiayuda mengatakan, razia tersebut dilakukan setelah banyak keluhan dari masayarakat terkait keberadaan calo di lingkungan Disdukcapil.

“Pada razia ini, 10 orang calo yang sedang menjalankan aksinya berhasil diamankan,” ujarnya.

Dalam aksinya, para calo ini menawarkan jasa pengurusan e-KTP, kartu keluarga hingga akta kelahiran kepada warga yang datang ke kantor Disdukcapil.

“Para calo ini mematok harga sesuai yang ia inginkan. Jika sudah ada kesepakatan, calo tersebut langsung bergerak,” jelasnya.

Usai diamankan, kesupuluh calo tersebut langsung digelandang ke Mapolsek Karangtengah. “Mereka diinterogasi, dan selanjutnya dilakukan pembinaan,” pungkasnya.(dil)