Tahun Baru, Harga Cabai di Cianjur Makin Mahal

RADARCIANJUR.com – Masyarakat Cianjur khususnya kaum ibu harus siap merogoh kantong lebih banyak apabila hendak membeli cabai.

Di pekan pertama 2020 ini, harga cabai melonjak di semua pasar tradisional Kabupaten Cianjur. Cuaca buruk menjadi penyebab utama semakin mahalnya tanaman pedas ini.

Di Pasar Muka Cianjur saja, harga tiga jenis cabai semakin mahal. Lonjakan harga jual itu mencapai kisaran 30%. Cabai rawit merah yang sebelumnya Rp50 ribu perkilogram (/kg) kini menjadi Rp70 ribu/kg. Sedangkan, cabai merah TW yang sebelumnya Rp45 ribu/kg naik di titik Rp55 ribu/kg. Cabai rawit tanjung dari Rp45 ribu/kg meloncat ke harga Rp55 ribu/kg.

Kenaikan harga cabai itu, dikeluhkan para pedagang sayur di pasar tersebut karena keuntungan dari menjual sayuran terutama dari harga cabai menurun. Pedagang sayuran di Pasar Muka, Hendar Suhendar (35) mengatakan, meski mengeluhkan harga cabai yang naik, dirinya masih menjual dengan harga yang disesuaikan dengan pembelian.

“Naiknya akibat sulit mendapatkan barang. Biasanya saya bisa menjual cabai rawit merah dengan harga Rp30 ribu sampai Rp35 ribu per kilonya, kalau sekarang harga per kilo Rp70 ribu dari harga normal yakni Rp50 ribu,” kata warga Kampung Tajurhalang, Desa Sindanglaka, Kecamatan Karangtengah ini.

Hal senada diucapkan Kepala UPTD Pasar Muka Cianjur, Odih. Menurutnya, naiknya harga tersebut akibat cuaca hujan yang terus mengguyur lahan petani cabai. Alhasil cabai yang di panen gagal jual kepasaran karena banyak yang membusuk sebelum matang. “Kalau cuaca hujan kan cabai cepat busuk sebelum memerah. Imbasnya pedagang sulit mendapatkan barang. Otomatis kalau petaninya gagal jual ke pasar bisa dipastikan harganya ikut naik karena langka dan ini setiap tahun sering terjadi apalagi sejak tahun baru Cianjur terus-terusan diguyur hujan,” paparnya.

Odih menambahkan, rekap data harga dari para pedagang naiknya di kisaran harga Rp20 ribu per kilo dan bukan hanya cabai merah tanjung, cabai merah TW, cabai rawit merah pun ikut naik sedangkan untuk jenis sayuran yang lain masih berada di titik harga normal.

“Harga naik sering terjadi hampir di setiap tahun, akibat cuaca dan hasil panen petani banyak yang sulit menjual ke pasar akibatnya harga pasti naik karena stok barang otomatis menyusut dari bandar,” pungkasnya.

Bergeser ke Pasar Cipanas. Harga cabai di kawasan Cianjur Utara ini pun mengalami hal serupa. Kenaikan tersebut ditengarai karena faktor tingginya permintaan serta cuaca saat musim penghujan. Sehingga para petani mengalami gagal panen, dan akhirnya pasokan ke pasar pun menjadi berkurang.

Seorang pedagang sayur-sayuran di Pasar Cipanas, Siti (47) mengatakan, harga cabai khususnya beberapa hari ini terus mengalami kenaikan. Kemungkinannya karena faktor kurang ketersediaan komoditi tersebut, akibat cuaca hujan. “Mungkin karena sekarang cuacanya kurang baik buat tanam cabai-cabaian. Ya, dampaknya itu jadi naik,” katanya.

Ia pun terpaksa menjual cabai rawit merah yang semula Rp60 ribu/kg kini mencapai Rp70 ribu/kg. Ditambah cabe rawit tanjung dari Rp50 ribu/kg, kini dijual Rp60 ribu/kg. “Kenaikannya itu bertahap. Hanya rata-rata naiknya itu sebesar Rp 10 ribu,” jelasnya.

Menurut Siti, harga yang terjadi juga cukup berdampak kepada daya beli masyarakat. Terlebih, kepada para pembeli seperti tukang bakso, warung nasi, tukang seblak, dan para pedagang lain yang jelas-jelas menggunakan bahan baku cabai. “Setiap harinya kan mereka mesti ada cabai. Mau tidak mau, walaupun harga naik, pasti mereka beli,” kata Siti.

Di Pasar Warungkondang, cabai juga ikut mengalami kenaikan. Harga cabai merah tercatat sebesar Rp60 ribu/kg. Namun sejumlah sayuran lainnya seperti bawang juga ikut-ikutan naik. Harga bawang merah yang sebelumnya Rp26 ribu/kg sekarang menjadi Rp32 ribu/kg.

Harga tomat yang sebelumnya Rp4 ribu/kg menjadi Rp7 ribu/kg. “Yang turun hanya harga buncis dari Rp10 ribu perkilogram jadi Rp7 ribu perkilogram. Kalau yang lain pada naik,” kata Lilis (45) salah seorang pedagang sayur di Warungkondang, Rabu (8/1).

Lilis mengatakan, sayuran yang saat ini ia jual masih tergolong normal. “Kalau stok banyak cuma harganya yang mahal,” ujarnya.

Kepala Bidang Perdagangan Diskoperdagin Kabupaten Cianjur, Nana Rukmana mengatakan, musim penghujan seperti saat ini memang akan sangat berpengaruh terhadap produksi hasil panen cabai. Kendati demikian, pihaknya memastikan pasokan cabai di Cianjur diupayakan bisa terkendali. “Kalau dari pantauan di pasar Cianjur sendiri, pasokan cabai merah alhamdulillah aman. Mudah-mudahan saja tetap baik,” katanya.

Nana mengaku, harga cabai di beberapa pasar rakyat Cianjur ini terlihat mengalami kenaikan. Walaupun ada beberapa pasar di wilayah Cianjur selatan yang menjualnya dengan harga yang cukup tinggi. “Kalau di selatan mahal, itu kan karena adanya biaya transportasi yang dibebankan ke harga. Kita tidak bisa intervensi kepada para pedagang, karena harga ini ditentukan oleh pasar di wilayahnya masing-masing,” jelasnya.

Adapun upaya yang dilakukan oleh Disperindagin Cianjur ialah tetap mengawasi distribusi pasokan mulai dari hulu hingga ke hilir. Artinya, setiap kegiatan terkait pendistribusian baik sayuran maupun komoditi lainnya juga tetap dipantau. Sehingga ketersediaan pangan bisa tetap terjaga. “Untuk pasokan cabai sendiri perharinya mungkin bisa beberapa ton. Hanya data lebih jelasnya, bisa ditanyakan ke Dinas pertanian. Karena memang secara pasokan, dinas tersebut lebih berwenang,” tukasnya.

Kenaikan harga cabai ini dikeluhkan ibu rumah tangga di Desa Sukataris, Kecamatan Karang Tengah, Rita Yunita Rita (30). Ia mengungkapkan, kenaikan harga cabai akan sangat memberatkan para pembeli khususnya para penikmat dan pecinta makanan pedas. “Saya sangat menyukai makanan pedas dan setiap masak tentunya memakai bumbu dapur salah satunya cabai. Jika sekarang harga cabai naik tentunya ini akan sangat memberatkan saya,” ujar ibu dua anak ini.

Menurutnya, kenaikan harga cabai saat ini, biasanya salah satu penyebabnya adalah faktor cuaca yang tidak bersahabat seperti sekarang ini musim hujan. “Ya, faktor cuaca biasanya suka mempengaruhi, misalkan seperti sekarang ini musim hujan. Sehingga berdampak pada kenaikan harga cabai,” jelasnya.

(hry/dan/dil/riz)