Jelang Pilkada, Gubernur Ridwan Kamil Wanti-wanti Cianjur

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menandatangani prasasti, tanda diresmikanya gedung PC NU Cianjur. Foto Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mewanti-wanti warga Cianjur agar tidak mudah terprovokasi dengan berbagai isu atau kabar negatif. Terlebih tahun ini Cianjur akan menggelar pilkada.

Ridwan Kamil menyampaikan, di tahun politik, kerap kali terjadi gesekan antar pendukung
pasangan calon yang sedang berkontestasi. Karena itu, ia meminta agar masyarakat tidak mudah terprovokasi.

“Cianjur akan pilkada. Tolong, jaga kondusivitas Cianjur,” ingat Ridwan Kamil dalam sambutannya usai meresmikan gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cianjur di Jalan Perintis Kemerdekaan, Rabu (15/01).

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini menyatakan, sebuah pesta demokasi harus berjalan dengan bahagia dan menyenangkan. Bukan sebaliknya, penuh pertikaian dan konflik.

Dalam kontestasi lima tahunan itu, menang-kalah adalah hal yang biasa. Maka, pihaknya yang menang harus bisa merangkul yang kalah. Sedangkan yang kalah, harus menerima hasil akhir.

“Yang di atas (pusat) sudah bersatu, di daerah juga harus bersatu,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Emil juga berpesan kepada warga Nahdlatul Ulama agar bisa menjadi mitra pemerintah, sehingga dapat bersama-sama membangun hal yang positif untuk masyarakat.

“Kami mengapresiasi keaktifan PCNU Cianjur yang membawa kualitas dakwah keumatan di Cianjur semakin luar biasa. Saking aktifnya memang membutuhkan fasilitas untuk melakukan kegiatan kejamaahan,” Kata dia.

Mantan Wali Kota Bandung ini juga meminta PCNU Kabupaten Cianjur bisa menjadi mitra aktif pemerintah daerah. Sebab, jalannya pemerintahan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja.

Akan tetapi, membutuhkan mitra untuk berjalan beriringan demi mencapai tujuan mulia bersama. “Nahdlatul Ulama harus bisa menjadi mitra yang aktif, gedung ini harus menjadi gedung yang sibuk,” kata dia.

Bendahara PCNU Cianjur, Toto Iskandar mengatakan, pihaknya hanya akan bergerak sesuai dengan visi misi organisasi dan dakwah. Sedangkan dalam setiap pesta demokrasi, NU selalu berada di posisi yang netral.

“Secara kelembagaan kami netral. Untuk pilihan politik diserahkan kepada masing-masing personal,” kata Toto.

Lebih lanjut, pihaknya mengimbau kepada seluruh warga Nahdliyin turut mendukung Forkominda dalam menjaga kondusivitas dan tidak mudah terpancing isu-isu negatif.

“Sudah biasa dan kami sudah terlatih berkoordinasi dengan pemerintah membantu dan mendukung setiap program,” pungkasnya.

(dil)