Polemik Eks Napi jadi Kades

RADARCIANJUR.com – Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) Palasari menggelar rapat pleno pengumuman bakal calon kepala desa berdasarkan seleksi tambahan, test administrasi dan akademik, di aula desa, Senin (20/1).

“Dalam proses tahapan panitia Pilkades, hari ini secara serentak mengumumkan balon yang lolos dan gugur. Diharapkan bagi semua balon, bisa menerima hasil yang ada sesuai aturan yang telah ditempuh,” tutur Ketua PPKD Palasari, Dodi Rahmat.

Dodi membenarkan, salah satu bacakades lolos adalah mantan narapidana. Namun ia menegaskan bahwa pihaknya sudah menempuh mekanisme sesuai perbup terkait tahapan pilkades.

Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan tahapan verifikasi dan berdiskusi dengan Kejari Cianjur serta Pengadilan Negeri Cianjur.

“Dan hasil yang disampaikan valid, bahwa yang bersangkutan bisa melanjutkan pencalonan,” paparnya.

Status mantan narapidana itu diketahui dari dokumen catatan kepolisian yang diserahkan yang bersangkutan kepada panitia. “Jadi ini tidak bertentangan dengan aturan dasar pelaksanaan pilkades,” jelasnya.

Dalam aturan, yang bersangkutan diharuskan membuat pengumuman bahwa dirinya adalah eks narapidana di hadapan masyarakat.

“Sudah disosialisasikan status mantan narapidananya di hadapan ratusan masyarakat Desa Palasari secara jujur, terbuka,” tuturnya.

Pihaknya berharap, pelaksanaan pilkades nantinya bisa berlangsung aman dan damai. Nantinya, semua bacakades melakukan deklarasi damai usai pleno terbuka.

“Kami terbuka untuk masyarakat dan siapa pun yang ingin memberikan masukan positif selama membangun. Berikan pendidikan yang baik kepada masyarakat agar terbuka wawasannya,” tukasnya.

Terpisah, Komar (45), warga Kampung Pengkolan RT 02 RW 02, Desa Palasari mengaku, status H Ridwan sebagai mantan narapidana sudah ia beberkan di hadapan ratusan warga Desa Palasari.

“Jum’at (17/1) kemarin, dia mengungkapkan bahwa tahun 2004 pernah divonis PN Cianjur selama 10 bulan penjara dengan masa percobaan satu tahun tiga bulan,” paparnya.(dan)