Vapers Cianjur Tolak Fatwa Haram

RADARCIANJUR.com – Fatwa haram vape (e-cigarette) yang dikelurkan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah beberapa hari lalu memicu penolakan dari pengguna vape (vapers).

Dalam fatwa Nomor 01/PER/L1/E/2020, Muhammadiyah mengungkap berbagai alasan terkait vape. Di antaranya, membahayakan diri sendiri dan orang lain, pemborosan dan bertentangan dengan Islam.

Seperti halnya Komunitas Vape Cianjur (KVC) yang menolak fatwa haram vape dari Muhammadiyah itu. Fatwa tersebut dinilai terlalu prematur dan tanpa disertai riset mendalam.

“Padahal tak sedikit penelitian dan riset kesehatan yang menyatakan bahwa vape itu jauh tidak lebih berbahaya ketimbang rokok konvensional,” ujar Ketua KVC Daniar Herdian, Rabu (29/1).

Pun demikian dengan alasan bahwa membeli device serta perlengkapan vape adalah sebuah pemborosan. Ia lantas mengumpamakan dengan membeli handphone.

“Tidak ada hubungan sama sekali. Akan jadi negatif kalau handphone itu dipakai menipu atau menyebarkan berita bohong. Tapi kalau untuk sarana komunikasi apa iya jadi haram,” heran dia.

Berdasarkan pengalaman, vape sejatinya menjadi jembatan bagi para perokok untuk berhenti mengkonsumsi rokok konvensional yang selama ini dirasakan cukup sulit.

“Bahkan, 80 persen para pengguna vape adalah mereka yang sebelumnya adalah perokok aktif,” tuturnya.

Menurutnya, sebuah fatwa atau undang-undang adalah sebuah hal yang wajar. Hanya saja, harus mempertimbangkan tingkat urgensitas dan didukung logika serta hasil riset mendalam.

“Banyak kok yang lebih mubadzir tapi tidak difatwakan. Jadi, lebih baik urus yang lebih urgent saja,” pungkasnya.(kim)