Trik DPC Gerindra Cianjur Jelang Pleno Golkar

KEKUATAN BESAR BERSAMA: DPC Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Cianjur melakukan kunjungan silaturahmi politik ke kantor DPD Partai Golkar Cianjur, kemarin. FOTO: HAKIM/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Entah ada angin apa, DPC Gerindra Kabupaten Cianjur tiba-tiba mendatangi Kantor DPD Golkar Kabupaten Cianjur di Jalan Siliwangi, Kecamatan Cianjur, kemarin. Kedatangan partai berlogo kepala Garuda ini bertepatan dengan rapat pleno penetuan calon bupati dan wakil calon bupati dari Golkar yang akan digelar hari ini, Selasa (04/02).

Kedatangan para petinggi DPC Partai Gerindra Cianjur ini mengesankan ragam makna. Bahkan, kunjungan bertajuk silaturahmi ini dinilai sebagai trik Gerindra jelang pleno.

Namun, strategi Gerindra memang dianggap murni sebagai komunikasi politik. “Tidak ada intrik politik, kita murni silaturahmi saja. Pertama kan silaturahmi antar lembaga. Kedua ya mencoba komunikasi koalisi dan ketiga Golkar itu partai senior,” ujar Sekretaris DPC Partai Gerindra Cianjur, Prasetyo Harsanto.

Ia mengungkapkan, kedatangan Partai Gerindra ke Kantor DPD Partai Golkar Cianjur hanya melakukan silaturahmi antar lembaga dan untuk mencoba membuka komunikasi yang mengarah ke koalisi.

Dengan kedatangannya tersebut, diharapkan bisa mendapatkan restu dari pimpinan atas apa yang sudah dilakukan. Sehingga pihaknya pun tidak bisa memutuskan mengenai koalisi antar kedua partai besar tersebut. “Dari sini kita hanya memberikan masukan kepada pimpinan kita DPD dan DPP bahwa kita sudah melakukan koordinasi dengan Golkar dan mudah-mudahan pimpinan kita di atas bisa merestui. Sehingga kita tidak bisa memutuskan,” paparnya.

DPD Partai Golkar Cianjur menyambut hangat kedatangan punggawa partai yang diketuai Prabowo Subianto ini. Sekretaris DPD Partai Golkar Cianjur, Dede Nasihin mengatakan, kedatangan salah satu partai besar yang memenangkan pemilihan legislatif (Pileg) 2019 kemarin merupakan suatu kehormatan dan sangat diterima. “Baru Partai Gerindra saja yang berkunjung. Semoga ada titik temu kedepannya. Ada tiga poin juga menjelang Pilkada ini yakni kekuatan popularitas, elektabilitas dan isitas,” ujarnya.

Selain itu, partai dengan logo pohon beringin ini pun sudah memiliki figur yang cukup kuat seperti Ade Barkah dan Tb Mulyana Syahrudin. Apabila dikombinasikan antar Partai Golkar dan Partai Gerindra, akan mendorong putra terbaik Cianjur untuk memajukan daerah.

“Seperti kita ketahui, di kita (Golkar, red) kan memiliki dua figur cukup kuat yakni Tb Mulyana dan Ade Barkah. Sehingga ini menjadi suatu keyakinan kuat untuk didukung juga oleh kader lainnya. Apalagi jika dikombinasikan dengan Partai Gerindra yang dapat mendorong untuk memajukan Cianjur,” ungkapnya.

Apakah ada arah untuk berkoalisi? Ketua DPD Partai Golkar Cianjur, TB Mulyana Syahrudin menjawab, belum bisa menegaskan mengenai koalisi dengan DPC Partai Gerindra Cianjur.

Pasalnya, masih ada tahapan untuk usulan nama-nama yang akan mengikuti tahap penjaringan di provinsi dan nantinya akan direkomendasikan ke DPP Partai Golkar. “Kalau untuk penegasan kita belum bisa menentukan, karena besok kan ada pleno untuk menentukan usulan nama-nama yang mengikuti penjaringan di provinsi untuk nantinya direkomendasikan ke DPP,” terangnya.

Menurutnya, kemungkinan koalisi bisa terjadi. Selain itu belum menemukan kesepahaman dari berbagai sisi yakni visi, misi dan terhadap personal. “Sampai saat ini masih belum beku, semua masih cair. Koalisi itu terbentuk jika ada kesepahaman visi, misi dan terhadap personal. Jadi dengan Partai Gerindra mungkin dan dengan partai lain mungkin,” jelasnya.

DPP Partai Golkar pun tidak serta merta mengeluarkan nama untuk di Pilkada 2020 mendatang tanpa adanya rekomendasi dari DPD Partai Golkar Cianjur. Pasalnya, semua usulan akan diterima oleh pengurus partai pada pleno yang akan dilakukan kemarin. “Semua nama itu sangat mungkin masuk, karena besok (hari ini, red) menerima usulan dari tingkat kecamatan dan organisasi-organisasi di Golkar. Itu semua sudah melakukan diskusi atau penjaringan dan besok hasilnya disampaikan,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, kader yang diusung oleh Golkar harus kader aktif. Baik pengurus di kecamatan, desa, organisasi, daerah, provinsi dan pusat. Ia pun belum mengemukakan nama-nama dari hasil penjaringan. “Hasil dari nama yang diusulkan akan keluar besok (hari ini, red) hasil dari pleno,” ungkap pria yang akrab disapa Kang Denas ini.(kim)