Golkar Coret Herman, Ini Alasannya

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman

RADARCIANJUR.com – Lima nama usulan bakal calon bupati hasil rapat pleno DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur pada Selasa (4/2) rampung. Dari panca nama itu, terselip satu nama yang menyita perhatian, Herman Suherman. Namun, apabila merujuk pada petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) AD/ART Partai Golkar, nama Herman berpotensi dicoret.

Sejauh mana keefektifan penerapan juklak-juknis itu? Padahal jelas, salah satu poinnya sudah tegas menyatakan, bakal calon kepala daerah tidak boleh mencalonkan diri ke partai politik (parpol) lainnya. Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman memang kedapatan pernah memiliki kartu tanda anggota (KTA) dari parpol PDI Perjuangan Cianjur.

Tak hanya itu, Herman mengembalikan formulir pendaftaran dirinya sebagai bakal calon bupati pada Ketua DPC PDIP Kabupaten Cianjur, Susilawati di Kantor DPC PDIP Cianjur pada Kamis malam (19/9/2019) lalu. Mengenakan kemeja putih kala itu, Herman menemui langsung Susilawati yang kala itu didampingi Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur, Dadang Sutarmo.

Hubungan Herman bersama PDI Perjuangan semakin kental. Menyusul tanggapan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono yang memberikan dukungan pengusulan kepada Herman. Lagi-lagi, Herman memang dinilai sebagai figur yang tepat diusung Partai Moncong Putih. Bahkan, Ono menilai, Herman bertengger di posisi tertinggi hasil survei internalnya.

Belum cukup sampai di situ saja. Herman pun terlihat penuh senyum kebahagiaan saat menanam pohon bersama PDI Perjuangan di Kampung Cibadak, Desa Sukamahi, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Minggu (2/2/2020). Herman tampil merona dengan kemeja merah dongker saat berada di daerah aliran sungai Citarum itu.

Kemungkinan nama Herman dicoret pun tak tertutup. Secara mekanisme, hasil rapat pleno DPD Golkar Kabupaten Cianjur pada Selasa (3/2) lalu itu akan masuk ke dalam tahapan verifikasi tim. Ketua Tim Verifikasi DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, Atep Hermawan mengatakan, DPD Partai Golkar selalu mengedepankan kader internal untuk maju dalam perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Cianjur tahun ini.

Herman memang terdaftar sebagai anggota Partai Golkar Cianjur. Bahkan, bukti kepemilikan KTA pun dapat terang-terangan diperlihatkan apabila diperlukan. “Sesuai juklak-juknis, harus kader yang maju,” ujarnya kepada Radar Cianjur.

Namun, apabila ditimbang sana-sini, posisi Herman sudah melanggar juklak-juknis yang ada. Atep pun belum bisa berkomentar banyak terkait momentum Herman saat mendaftarkan diri ke PDI Perjuangan di akhir 2019 kala itu.

Padahal, kesimpulan dini pun bisa ditarik. Artinya, Herman akan dicoret dari lima usulan nama kemarin. namun, Atep justru membantah. Nama Herman masih tertera pada daftar verifikasi miliknya. “Kita tunggu soal itu (kemungkinan gagal verifikasi). Saya belum sampaikan ke publik (hasil verifikasi),” tuturnya, kemarin.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, Tb Mulyana Syahrudin menjelaskan, hingga kemarin belum ada keputusan final terkait pencoretan nama orang nomor satu di Kabupaten Cianjur itu. Baginya, hasil verifikasi tim akan tetap diusulkan ke DPD Jawa Barat (Jabar).

Di ranah itu, hal yang sama pun akan diberlakukan. DPD Jabar akan melakukan pleno dan hasilnya pun akan masuk ke dalam verifikasi. “Nah, kalau sudah itu semua, baru bisa diusulkan ke DPP,” paparnya. (yaz)