Nasib Juara 1 Penghafal Alquran MTQ, Wakili Cianjur tapi Minim Perhatian

RADARCIANJUR.com – Muhammad Rayi Harun Al-Rosid berhasil meraih juara 1 penghafal Alquran dalam ajang MTQ ke-45 se-Kabupaten Cianjur yang digelar di Kecamatan Warungkondang, beberapa waktu lalu. Santri Pondok Pesantren Bahrul Ullum, Kecamatan Leles itu bakal mewakili Cianjur di ajang serupa di tingkat Provinsi yang rencananya digelar di Kabupaten Garut.

LAPORAN: Jajang A Sugiarto, LELES

Muhammad Rayi Harun Al-Rosid, warga kampung Leles, Desa Pusakasari, Kecamatan Leles berhasil menyingkirkan puluhan penghafal Alquran yang berkompetisi di ajang MTQ ke-45 se-Kabupaten Cianjur beberapa waktu lalu.

Rayi, demikian sapaan akrabnya, ternyata sosok santri yang cukup berprestasi. Sebelumnya, ia tercatat pernah masuk di GP2Q di awal 2014 dan Lulus di tahun 2016 serta di Wisuda Bupati Cianjur waktu itu.

Santri Ponpes Bahrul Ullum Leles itu juga pernah mengikuti ajang STQ 20 Juz tingkat Provinsi Jawa Barat mewakili Kecamatan Leles dan masuk dalam lima besar.

Pimpinan Ponpes Bahrul Ullum, sekaligus ayahanda Rayi, KH Bahrul Ullum menyebut, putranya itu terbilang cukup tekun dan ulet dalam belajar menghafal ayat-ayat suci Alquran.

“Saya sendiri yang mengajarinya. Kadang sama pengasuh ponpes lain. Tidak jarang juga belajar sendiri,” tuturnya.

Salah satu yang selalu dilakukan Rayi adalah membaca Alquran secara rutin. Dengan begitu, cepat atau lambat akan menghafal ayat-ayat di dalamnya.

“Semakin sering kita membaca Alquran, maka semakin cepat pula bisa menghafalnya. Dibaca berulang-ulang dan dipahami maknanya,” terangnya.

Bahrul Ullum mengakui, selama ini Rayi memang tidak pernah mendapat perhatian, baik dari pemerintah setempat maupun Pemkab Cianjur kendati sudah berkali-kali mewakili Leles dan Cianjur.

Sebaliknya, ia enggan mengomentarinya dan lebih memilih untuk terus mempersiapkan diri dalam ajang MTQ se-Jawa Barat yang akan digelar di Kabupaten Garut.

“Soal itu (perhatian pemerintah), biarlah masyarakat yang menilai,” ujarnya.

Selama ini, seluruh biaya untuk keperluan Rayi dalam mengikuti berbagai ajang, kendati mewakili Leles dan Cianjur, selalu dirogoh dari kocek pribadi.

“Biarpun tidak ada dukungan ekstra dari pemerintah, toh sampai saat ini masih bisa berjalan, kok,” ungkapnya.(*)