PLHI Cianjur Sebut Kepedulian Terhadap Sampah Semakin Menurun

MENGGUNUNG: Contoh sampah liar yang dibuang di pinggir jalan, dan akhirnya menggunung serta meresahkan warga akibat bau tak sedap. FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Penggiat Lingkungan Hidup Indonesia (PLHI) Kabupaten Cianjur, Hendy menilai, kepedulian terhadap sampah domistik atau sampah rumah tangga semakin hari semakin menurun. Padahal, sampah bukan hanya tanggungjawab pemerintah, tapi tanggungjawab bersama.

Dalam Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 dan Peraturan pemerintah Nomor 81 tahun 2012 dijelaskan dengan tegas, bahwa produsen harus bertanggungjawab atas kemasannya.

“Bisa dengan ditarik lagi oleh produsen tersebut untuk didaur ulang, atau mengganti kemasannya dengan kemasan yang ramah lingkungan,” terangnya, Rabu (5/2).

Selain itu, Hendy mengatakan pemerintah harus bersikap tegas terhadap perusahaan yang melakukan pencemaran lingkungan. Bila perlu izinnya dicabut dan ditutup sementara.

“Tapi, tetap saja masyarakat juga harus sadar lingkungan. Jangan membuang sampah sembarangan,” tambahnya.

Dampak menumpuknya sampah yang menimbulkan bau tak sedap, tentu mengakibatkan pencemaran tanah dan menimbulkan penyakit. Jika dibakar pun, tetap akan berdampak pada pencemaran udara.

“Juga menimbulkan berbagai macam penyakit, salah satunya ISPA (infeksi saluran pernafasan atas) dan penyakit kulit,” jelasnya.

Pengelolaan sampah yang baik, menurutnya, bisa dilakukan bank sampah bekerjasama dengan desa atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Karena mengolah sampah itu butuh skil dan didukung anggaran. Makanya harus kerjasama dengan desa atau BUMDes,” tuturnya.

PIhaknya berharap, masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan untuk tidak membuang sampah sembarangan, baik di pinggir jalan, sungai dan tempat-tempat yang tidak semestinya.

“Intinya kita semua harus lebih peduli terkait masalah sampah. Karena sampah yang dibuang sembarangan, lingkungan menjadi rusak, bencana pun tinggal menunggu waktu,” pungkasnya.(dan)