Polisi Turun Tangan Selidiki Ambruk Jembatan Cibalagung

NYARIS TELAN KORBAN: Ambruknya jembatan penghubung Kelurahan Bojongheran dan Desa Babakankaret disebabkan putusnya kabel sling penyangga dan pengikat rangka jembatan. Foto: Fadilah Muanajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Polres Cianjur memastikan ikut turun tangan menyelidiki kasus ambruknya proyek pembangunan jembatan Cibalagung yang menelan anggaran mencapai Rp5,3 miliar, di Desa Babakankaret, Kecamatan Cianjur.

Terlebih, ambruknya jembatan yang dikerjakan CV Karya Utama sejak Agustus 2019 itu nyaris merenggut dua nyawa pekerjanya, yakni AS (35) dan KR (37).

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Niki Ramdhani mengatakan, pihaknya saat ini sudah memasang garis polisi di lokasi jembatan yang ambruk itu. Selanjutnya, pihaknya akan memanggil sejumlah pihak untuk diperiksa.

“Semua akan kami panggil untuk dimintai keterangan. Dari kontraktornya, sub kontraktor, Dinas PUPR dan lainnya,” terang Niki di Mapolres Cianjur, Rabu (5/2).

Akan tetapi, Niki menyampaikan bahwa pihaknya akan lebih dulu memanggil saksi ahli untuk dimintai keterangan dugaan penyebab ambruknya jembatan tersebut.

“Saksi ahli dulu, jadi biar jelas dugaan penyebabnya,” terang dia.

Lantaran banyaknya yang akan diperiksa, lanjut Niki, pihaknya menjadwalkan akan memeriksa dua orang dalam satu hari. “Jadi satu hari dua orang, besoknya dua orang lagi. Begitu seterusnya,” jelasnya.

Ditanya apakah penyebab ambruknya jembatan itu lantaran adanya unsur kelalian atau pengurangan spesifikasi, Niki enggan berandai-andai.

“Kami masih melakukan analisa apkah ada unsur kelalaian teknis atau nonteknis, belum bisa kami simpulkan,” katanya.

Lebih lanjut, perwira Polri asal Bandung ini memastikan pihaknya akan berlaku profesional dan transparan dalam menangani kasus ini. “Kami pastikan profesional dan transparan. Apapun hasilnya akan kami sampaikan ke publik,” sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, pembangunan jembatan Cibalagung Pasirgede Raya Tangkil tahap II Dinas PUPR, Kabupaten Cianjur dilaksanakan oleh CV Karya Utama sejak Agustus 2019.

Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Cianjur, Cepi Rahmat mengatakan, ambruknya jembatan sepenuhnya tanggungjawab pemborong karena masih dalam tahap pengerjaan proyek.

“Kami menduga ada kesalahan teknis dalam pemasangan. Itu masih dalam tanggungjawab pihak pengembang karena masih dalam tahap pengerjaan,” kata Cepi.

Sementara, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Cianjur, Dody Permadi menjelaskan, sebelum pemasangan rangka jembatan tersebut, Dinas PUPR, penyedia dan konsultan pengawas sempat memberikan pertimbangan kepada Tim Erection jembatan aga menggunakan perancah (scafolding) sebagai penyangga atau penopang dari bawah saat pemasangan rangka jembatan.

“Penyedia jasa sudah melakukan pemasangan perancah untuk menopang konstruksi rangka jembatan,” paparnya.

Menurutnya, Tim Erection jembatan malah mengganti tiang-tiang perancah dengan kabel slang sebagai penyangga dan pengikat konstruksi rangka jembatan.

“Ambruknya jembatan karena putusnya kabel sling penyangga dan pengikat rangka jembatan yang dipasang oleh Tim Erection,” katanya. (dil)