Waspada Corona, Disnakertrans-Dinkes Cianjur Awasi Dua TKA

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Dua tenaga kerja asing (TKA) yang ada di Kabupaten Cianjur dikabarkan sudah berpergian dari luar negeri dan saat ini sudah ada di Kabupaten Cianjur. Dua TKA yang berada di dua pabrik yakni PT Ken Tech di Kecamatan Cikalongkulon dan PT Mega Top di Kecamatan Cidaun itu masuk dalam pengawasan ketat Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur.

Pihak perusahaan pun diwajibkan melaporkan hal tersebut setelah adanya imbauan dari Disnakertrans Kabupaten Cianjur mengenai adanya wajib lapor jika terdapat TKA yang selepas dari luar negeri. “Data yang kemarin 47 itu memang sudah menetap bekerja di Cianjur, tapi jika ada pekerja baru dari luar negeri maupun yang sudah dari luar negeri diwajibkan untuk melapor ke Dinkes dan juga Disnakertrans. Jadi kemarin itu bukan sidak, kita hanya memberikan imbauan,” ujar Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Pengembangan Perluasan Kesempatan Kerja, Ricky Ardhi Hikmat.

Lanjutnya, mengenai sidak yang dilakukan bukan merupakan wewenang dari Disnakertrans Kabupaten Cianjur. Namun, sidak yang dilakukan menjadi wewenang dari Dinkes Kabupaten Cianjur.

Pihaknya, hanya melakukan pendataan mengenai TKA yang datang untuk bekerja di Cianjur. Mengenai kedatangan dua TKA yang dari luar negeri, pihaknya akan mengkoordinasikan dengan Dinkes Kabupaten Cianjur agar bisa dilakukan tindaklanjut. “Sebelumnya kita juga sudah memberikan surat dan juga menelpon pihak perusahaan yang memiliki TKA, jika ada yang baru tiba di Indonesia atau habis pulang dari luar negeri diharuskan melapor. Sementara pemeriksaan itu dilakukan oleh Dinkes, bukan sama kita,” tuturnya.

Dari informasi yang diterimanya, sebelum tiba di Kabupaten Cianjur. TKA yang tiba di bandara diperiksa sebanyak sembilan tahapan. Namun, ia tidak mengetahui secara jelas tahapan apa saja yang dilakukan pihak keamanan di bandara. “Keterangan dari mereka (TKA, red) itu diperiksa sembilan tahapan untuk bisa masuk ke Indonesia. Kalau secara jelasnya saya kurang tahu, mungkin saja dari segi kesehatan serta diperiksa juga suhu tubuhnya,” jelasnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal mengungkapkan, pihaknya belum mengambil tindakan jauh dan masih dalam kondisi menunggu. Apabila dua TKA tersebut mengalami gangguan kesehatan seperti gejala corona baru akan dilakukan tindakan lebih intensif. “Kan di bandara juga sudah dilakukan screening. Jika tanpa gejala belum dilakukan tindakan oleh kita. Jadi kalau ada laporan mengenai gejala yang dialami dua TKA baru kita lakukan tindakan,” terangnya.

Lanjutnya, pihaknya saat ini masih melakukan pemantauan terhadap dua TKA yang baru datang dari luar negeri tersebut. Selain itu, mengenai virus corona yang berkembang dari tidak dilakukannya pola hidup bersih dan sehat dinilai masih rendah yakni di bawah 50 persen. “Dari hasil riset kedokteran, kalau dikarenakan pola hidup bersih dan sehat tidak dilakukan masih di bawah 50 persen. Seperti kita ketahui itu penyebarannya melalui udara,” ungkapnya.

Ia mengimbau, jika terjadi gejala seperti virus corona dengan suhu di atas 35 derajat untuk segera melaporkan ke pusat kesehatan maupun ke rumah sakit terdekat agar bisa langsung mendapatkan penanganan serius.

(kim)