Ada TKA Asal China Baru Datang, Seluruh Pekerja Pabrik Wajid Pakai Masker

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Beberapa perusahaan di Kabupaten Cianjur yang memiliki tenaga kerja asing (TKA) mengimbau ribuan buruh mengenakan masker untuk mencegah penularan virus corona.

Putri (28), salah seorang karyawan perusahaan tekstil di Jalan Raya Bandung mengaku, sejak beberapa hari lalu seluruh pekerja diimbau menggunakan masker.

Imbauan itu diberikan perusahaannya dikarenakan ada beberapa TKA yang bekerja di perusahaan tersebut sekaligus antisipasi virus corona.

“Kalau buruh asing dari China tidak ada, tapi ada yang dari Korea dan negara lain. Bilangnya pakai masker untuk antisipasi saja, soalnya kan buruh asing baru pulang, dan terbang menggunakan pesawat. Jadi lebih ke pencegahan,” ujarnya, Kamis (6/2).

Imbauan yang sama juga diberlakukan PT Pou Yuen Indonesia. Imbauan itu berlaku untuk semua karyawan, mulai buruh, operator, staf, manajemen sampai para TKA.

“Kita sudah mengimbau sesuai anjuran Kemenkes. Berlaku untuk seluruh karyawan, termasuk TKA,” ujar Humas PT Pou Yuen Indonesia, Yudi.

Selain itu, pihaknya juga akan terus pengecekan kesehatan kepada setiap karyawan. Termasuk mendata TKA yang sempat pulang ke negara asalnya belum lama ini.

“Kami masih cek berapa TKA yang pulang. Tapi yang jelas, kami lakukan upaya pencegahan melalui penggunaan masker,” terangnya.

Sementara itu, Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Pengembangan Perluasan Kesempatan Kerja, Ricky Ardhi Hikmat mengatakan, imbauan pemakaian masker itu bersifat wajib.

“Kita memberikan arahan kepada perusahaan-perusahaan yang memiliki TKA agar pekerja buruh menggunakan masker, sebagai antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” paparnya.

Diketahui, ada TKA baru tiba dari China yang menjadi karyawan PT Mega Top di Kecamatan Cidaun. Perusahaan tersebut diminta melakuan pengawasan dan melaporkan setelah dua minggu tinggal di Kabupaten Cianjur.

“Meskipun sudah dilakukan pemeriksaan atau screening, setelah berada di sini kita periksa kembali. Dari informasi Dinkes, virus tersebut akan terasa di tubuh setelah dua minggu,” jelasnya.

Satu TKA lainnya dari PT Ken Tech di Kecamatan Cikalongkulon, hanya melakukan pelaporan izin bekerja yang hampir habis saja. Bukan berkaitan dengan tibanya di Cianjur.

“Yang baru dari Cina itu di PT Mega Top dan tidak terindikasi virus corona, karena sudah melewati observasi tim kesehatan di bandara dan sudah melapor juga ke kita. Kalau yang dari PT Ken Tech itu cuma menginformasikan mengenai masa kerja yang hampir habis,” tutupnya.(kim)