IWAPI Cianjur Bina Pelaku UMKM

RADARCIANJUR.com – Upaya memaksimalkan dan memanfaatkan Era Digitalisasi. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Cianjur, mengadakan pembinaan. Hal itu juga guna memotivasi dan memberikan inspirasi kepada seluruh pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan Home Industri di Wilayah Kecamatan Pacet Cianjur khususnya.

Kegiatan pembinaan yang digelar di Halaman Kantor Kecamatan Pacet tersebut, dihadiri para anggota pelaku usaha dari tujuh Desa yakni Cibodas, Ciherang, Cipendawa, Ciputri, Gadog, Sukanagalih, Sukatani untuk peningkatan dan pengembangan pelaku usaha lokal.

Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk kepedulian dari PT BUMI AKI BOGA selaku pelaku utama yang berkolaborasi dengan Local President Junior Chamber Indonesia (JCI) Cianjur Ihsan Waluyo, PLUT, Asosiasi UMKM dan IWAPI, yang di buka oleh Camat Pacet , Yudi Suhartoyo.

Acara yang bertajuk mempersiapkan produk dan meningkatkan para pelaku usaha UMKM dan Home Industri di Kecamatan pacet yang di kemas dengan balutan Bazar UKM, pembinaan, dan sosialisasi pembiayaan modal dari pihak perbankan, serta Talkshow dari para narasumeber pengusaha yang telah sukses.

Ketua DPC IWAPI Kabupaten Cianjur, Lina Sumarlina mengatakan, Output pada kegiatan pembinaan ini, para pelaku usaha memberikan motivasi dan inspirasi kepada pengusaha baru yang menjadi projek dan program kolaborasi IWAPI, CJI dan UMKM.

Ia memaparkan, saat ini para pengusaha wanita dituntut untuk melek informasi teknologi, terutama yang berkaitan dengan ekonomi digital dan acara ini diadakan sebagai bentuk kepdulian PT Bumi Aki Boga dalam kegiatan ini sebagai pelaku utama. Dengan harapan para pelaku usaha mikro dan pelaku usaha pemula menengah bisa lebih maju serta menyesuaikan perkembangan digitalisasi.

“Out putnya para pelaku usaha dapat mengaplikasikannya terlebih untuk pemasaran, transaksi, juga sosialisasi kredit usaha rakyat (KUR) pembiayan dan permodalan dari Kantor Cabang Pembantu (KCP) BNI Cipanas kepada para pelaku Usaha,” katanya.

Lina memaparkan, di era digitalisasi para pelaku usaha dapat melihat dan menyesuaikan situasi saat ini serta mengikuti perkembangan zaman. Kegiatan ini merupakan pembinaan untuk memberikan pendidikan dan inovasi.

“Acara ini diselenggarakan agar para pengusaha lebih kreatif jangan sampai diam di tempat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, IWAPI telah mengabdi dan berdiri selama 45 tahun untuk membantu masyarakat memperbaiki tingkat perekonomian di keluarga maupun daerah setempat.

“Dengan diakannya kegiatan ini minimal banyak yang termotivasi dan terinspirasi dari perbincangan talkshow yang mengahadirkan narasumber para pengusaha sukses,” paparnya.

IWAPI saat ini memiliki 24 ranting se-Kabupaten Cianjur dan beranggotakan lebih dari 350 anggota yang dapat berkontribusi pada roda ekonomi rumah tangga, dengan melakukan berbagai kegiatan di antaranya Networking, pelatihan, pembinaan, seminar dan agenda lain yang dibutuhkan sesuai perkebangan zaman.

“Saya melihat dari setiap ranting potensinya sangat bagus yang terpenting para anggota IWAPI sendiri dapat memberikan ilmu dam membina seperti yang saat ini dilaksanakan. Zaman digital maupun sering disebut zama Now tidak menutup kemungkinan para pelaku usaha dituntut berfikir positif untuk memanfaatkan era digital menjadi peluang usaha yang besar,” jelasnya.

Lina menambahkan, selama ini IWAPI Kabupaten Cianjur, selalu siap membantu para pelaku usaha dengan mengadakan pelatihan-pelatihan, di antaranya digital marketing, kepemimpinan, menejerial, dan diharapkan kedepan IWAPI Kabupaten Cianjur tumbuh menjadi besar dan muncul entrepreneurshif baru sehingga bisa naik kelas menjadi entrepreneur sejati.

“Salah satu kuliner yang sudah mengalami peningkatan salah satunya Momi Mochi, yang merupakan makanan ringan Home Industri dan dapat mengikuti pasar bebas juga memiliki nilai standarisasi dan kualitas produk. Serta yang mengalami peningkatan yakni Kain Batik,” ucapnya.

IWAPI Kabupaten Cianjur terus berkomitmen untuk memajukan perkonomian para pelaku usaha khususnya perempuan, dengan mengadakan seminar untuk memberikan pelatihan Packaging, Higienc, sanitasinya dari produk rumahan. “Serta membantu untuk memberikan jalan mendaftar ke badan POM apalagi saat ini lebih mudah bisa daftar melalui digital,” pungkasnya.(hry)